<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" >

<channel><title><![CDATA[Diary of a Traveler - My Stories]]></title><link><![CDATA[http://diaryofatraveler.weebly.com/my-stories]]></link><description><![CDATA[My Stories]]></description><pubDate>Thu, 23 Jan 2025 23:35:19 +0700</pubDate><generator>Weebly</generator><item><title><![CDATA[30/52 Quote of the Day]]></title><link><![CDATA[http://diaryofatraveler.weebly.com/my-stories/3052-quote-of-the-day]]></link><comments><![CDATA[http://diaryofatraveler.weebly.com/my-stories/3052-quote-of-the-day#comments]]></comments><pubDate>Sat, 27 Jul 2024 17:00:00 GMT</pubDate><category><![CDATA[52 of 2024]]></category><category><![CDATA[quote]]></category><guid isPermaLink="false">http://diaryofatraveler.weebly.com/my-stories/3052-quote-of-the-day</guid><description><![CDATA["Don't close the book when you read a sad chapter. Instead, keep reading, because the next chapter might bring a happy story that can make up for all the sadness before."~Raya Bumi Wisesa (Dear Ipar, Ayo Bercerai Chapter 087. Novel by Ryan Alexandra)~        [...] ]]></description><content:encoded><![CDATA[<blockquote style="text-align:center;">"Don't close the book when you read a sad chapter. Instead, keep reading, because the next chapter might bring a happy story that can make up for all the sadness before."<br />~Raya Bumi Wisesa (Dear Ipar, Ayo Bercerai Chapter 087. Novel by Ryan Alexandra)~</blockquote>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a href='http://diaryofatraveler.weebly.com/my-stories/category/52-of-2024' target='_blank'> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/52-of-2024-5_orig.jpg" alt="Picture" style="width:auto;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[29/52 Quote of the Day]]></title><link><![CDATA[http://diaryofatraveler.weebly.com/my-stories/2952-quote-of-the-day]]></link><comments><![CDATA[http://diaryofatraveler.weebly.com/my-stories/2952-quote-of-the-day#comments]]></comments><pubDate>Sat, 20 Jul 2024 17:00:00 GMT</pubDate><category><![CDATA[52 of 2024]]></category><category><![CDATA[quote]]></category><guid isPermaLink="false">http://diaryofatraveler.weebly.com/my-stories/2952-quote-of-the-day</guid><description><![CDATA["If someone can walk away from you, let them. The way they leave tells you everything. You deserve someone who is terrified of losing you. Not someone who is indifferent to your presence."~Rio Alsaki Abinawa (Dear Ipar, Ayo Bercerai Chapter 083. Novel by Ryan Alexandra)~        [...] ]]></description><content:encoded><![CDATA[<blockquote style="text-align:center;">"If someone can walk away from you, let them. The way they leave tells you everything. You deserve someone who is terrified of losing you. Not someone who is indifferent to your presence."<br />~Rio Alsaki Abinawa (Dear Ipar, Ayo Bercerai Chapter 083. Novel by Ryan Alexandra)~</blockquote>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a href='http://diaryofatraveler.weebly.com/my-stories/category/52-of-2024' target='_blank'> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/52-of-2024-5_orig.jpg" alt="Picture" style="width:auto;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[21/52 Online Workshop]]></title><link><![CDATA[http://diaryofatraveler.weebly.com/my-stories/2152-online-workshop]]></link><comments><![CDATA[http://diaryofatraveler.weebly.com/my-stories/2152-online-workshop#comments]]></comments><pubDate>Sat, 25 May 2024 17:00:00 GMT</pubDate><category><![CDATA[52 of 2024]]></category><guid isPermaLink="false">http://diaryofatraveler.weebly.com/my-stories/2152-online-workshop</guid><description><![CDATA[       Tinggal di luar Indonesia dan mulai peduli dengan hal-hal yang minim sampah membuat saya ingin menguasai banyak hal. Pertama-tama saya ingin bisa membuat yoghurt sendiri. Gemas rasanya melihat kontainer yoghurt yang bertumpuk di rumah. Akhirnya sekitar tahun 2017, saya mulai mencoba membuat yoghurt sendiri. Perjalanan saya membuat yoghurt bisa dilihat di blog ini. Setiap percobaan, saya yoghurt tulis di blog ini. Banyak pertanyaan yang muncul saat proses pembuatan yoghurt ini. Semua info  [...] ]]></description><content:encoded><![CDATA[<div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/published/ws-berkebun-di-lahan-terbatas-1.jpg?1719915835" alt="Picture" style="width:431;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>  <div class="paragraph">Tinggal di luar Indonesia dan mulai peduli dengan hal-hal yang minim sampah membuat saya ingin menguasai banyak hal. Pertama-tama saya ingin bisa membuat yoghurt sendiri. Gemas rasanya melihat kontainer yoghurt yang bertumpuk di rumah. Akhirnya sekitar tahun 2017, saya mulai mencoba membuat yoghurt sendiri. Perjalanan saya membuat yoghurt bisa dilihat di blog ini. Setiap percobaan, saya yoghurt tulis di blog ini. Banyak pertanyaan yang muncul saat proses pembuatan yoghurt ini. Semua info pembuatan saya dapat dari berbagai<em> channel</em> di YouTube.<br /><br />Selain itu saya juga membuat <em>muesli</em> dan <em>granola</em> sendiri. Saya sudah puas dengan resep <em>muesli</em> yang saya punya tapi tidak dengan granola. <em>Granola</em> buatan Kellog&rsquo;s di India tetap jauh lebih enak :p<br /><br />Setelah yoghurt, <em>muesli</em>, dan <em>granola</em>, saya juga terinspirasi untuk membuat roti sendiri. Saya tertarik dengan <em>sourdough</em>. Sudah banyak <em>channel</em> YouTube yang saya tonton untuk mempelajari <em>sourdough</em> ini. Sampai akhirnya saat pandemi saya mulai membuatnya dari nol. Cerita tentang <em>sourdough</em> akan dibuat di tulisan yang berbeda.<br /><br />&#8203;Sudah beberapa kali ingin ikut <em>workshop</em>/kursus tapi keterbatasan waktu dan tempat membuat tidak ada yang terlaksana. Banyak tutorial yang bisa ditemukan di YouTube untuk berbagai keterampilan. Sayangnya agak sulit ketika ada pertanyaan yang muncul saat mempelajari keterampilan baru ini. Sampai akhirnya saat pandemi 2020 banyak iklan online <em>workshop</em> yang berseliweran di Instagram saya. Saya ingat online <em>workshop</em> yang saya ikuti adalah belajar berkebun di lahan terbatas yang saya ikuti setelah saya tertarik untuk membenahi taman/halaman di depan rumah pada saat pandemi 2020.&nbsp;</div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a href='http://diaryofatraveler.weebly.com/my-stories/category/52-of-2024' target='_blank'> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/52-of-2024-5_orig.jpg" alt="Picture" style="width:auto;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>  <div>  <!--BLOG_SUMMARY_END--></div>  <div class="paragraph"><em>Online Workshop</em> yang sudah saya ikuti sejauh ini diadakan oleh SHINE, Ketumbar, Sustainable Indonesia, Menimba Ilmu, dan Pijak Bumi <em>Learning</em>.<em> Workshop Gelato, Workshop Sugar Free Jelly, Jam, &amp; Preserves, Workshop Kimchi, Sauerkraut, </em>dan Acar<em>, Workshop Kombucha &amp; Ginger Bug, Workshop </em>Sabun Minyak Jelantah<em>, Workshop </em>Sabun Batang<em>, Workshop </em>Saus Tomat &amp; Saus Sambal<em>, Workshop </em>Sosis Nusantara<em>, Workshop </em>Sosis<em> Homemade, Workshop Speculoos Butter, Workshop Vegan Yogurt, Workshop Dairy Yogurt, Workshop Vinegar, Workshop </em>Pembuatan Tempe<em>, Workshop Basic Natutal Skincare </em>dan<em> Advance Natural Skincare.</em><br /><br /><font color="#626262">Bagaimana sistem <em>workshop</em> yang saya ikuti ini? <em>Workshop</em> ini sebagian besar menggunakan WhatsApp &amp; Telegram sebagai sarana pemberian materi dan diskusi. <em>Workshop</em> yang diadakan oleh SHINE biasanya memberikan materi dalam bentuk kulwap (kuliah melalui WhatsApp) dan setelah itu kelas akan dibuka untuk diskusi. Sedangkan <em>workshop</em> yang diadakan oleh Sustainable Indonesia dan Menimba Ilmu memberikan materi dalam bentuk kuliah melalui video di YouTube yang hanya bisa diakses jika kita ikut <em>workshop</em> ini. Kita akan diberikan tautan ke materi pada saat kelas dimulai. Kita akan menonton semua video tutorial atau membaca materi yang diberikan secara mandiri. Lalu kelas akan dibuka keesokan harinya untuk diskusi mengenai materi dan praktik yang dilakukan. Kita akan mempraktikkan materi yang diberikan secara mandiri di rumah. Kelas akan berlangsung sekitar 2-4 minggu tergantung dari jenis <em>workshop-</em>nya. Selama kelas berlangsung, kita bisa menanyakan berbagai hal yang berhubungan dengan <em>workshop</em> ini. Kita juga disarankan untuk membuat catatan dari <em>workshop</em> yang kita ikuti. Sedangkan kelas yang diadakan oleh Ketumbar memberikan materi dalam bentuk tatap muka via Zoom. Peserta akan mendapatkan rekaman Zoom dan diskusi melalui aplikasi pesan.<br /><br />Semakin banyak <em>workshop</em> yang diikuti, semakin banyak yang ingin dipelajari. Saat ini sudah membeli juga paket belajar menjahit dan bikin bakso. Tapi <em>workshop</em> yang ini lebih kepada nonton dan belajar sendiri.</font><br /><br /><font color="#626262">Apa saja yang sudah pernah saya bikin setelah ikut berbagai <em>workshop</em>?</font></div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/published/ws-berkebun-di-lahan-terbatas-2.jpg?1719918322" alt="Picture" style="width:auto;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>  <div class="paragraph"><font color="#626262"><em>Workshop</em> yang pertama diikuti adalah Berkebun di Lahan Terbatas dengan pembicara Britania Sari. Saya ikut <em>workshop</em> ini setelah saya dan kakak berinisiatif merapikan halaman depan rumah yang nyaris tidak terurus. Lalu terpikir untuk mulai berkebun di balkon apartemen di India. Saya sendiri bukan orang yang bertangan dingin mengurus tanaman. Tapi di <em>workshop</em> ini saya mendapat ilmu bahwa selama kita mau berusaha, apapun bisa kita lakukan termasuk berkebun. Setelah kembali ke India, saya mulai mencoba berkebun. Menggunakan yang ada saya mulai menanam sawi, kangkung, <em>basil, thyme, oregano</em>, dan kembang telang. Walaupun mulai bercocok tanam saat musim dingin di India, Alhamdulillah tanaman tetap bisa tumbuh dan saya bisa menikmati hasil panen dari kebun kecil di balkon.</font><br /><span></span></div>  <div><div class="wsite-multicol"><div class="wsite-multicol-table-wrap" style="margin:0 -15px;"> 	<table class="wsite-multicol-table"> 		<tbody class="wsite-multicol-tbody"> 			<tr class="wsite-multicol-tr"> 				<td class="wsite-multicol-col" style="width:50%; padding:0 15px;"> 					 						  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/ws-gelato-2_orig.jpg" alt="Picture" style="width:auto;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>   					 				</td>				<td class="wsite-multicol-col" style="width:50%; padding:0 15px;"> 					 						  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/published/ws-gelato.jpg?1719918488" alt="Picture" style="width:433;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>   					 				</td>			</tr> 		</tbody> 	</table> </div></div></div>  <div class="paragraph"><font color="#626262"><em>Workshop</em> berikutnya yang saya ikuti adalah <em>Workshop Gelato</em> yang diadakan oleh SHINE. Saya coba praktikkan tapi sayang belum berhasil. masih penasaran untuk dicoba. Untungnya semua percobaan yang gagal masih bisa dijadikan puding yang tetap enak untuk dinikmati.</font><br /><span></span></div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/published/ws-jam-2.jpg?1719918539" alt="Picture" style="width:auto;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>  <div class="paragraph"><font color="#626262"><em>Workshop Sugar Free Jelly, Jam, and Preserves</em> saya ikuti setelah mengikuti <em>Workshop Gelato</em>. <em>Workshop</em> ini diadakan oleh SHINE. Saya ikut <em>workshop</em> ini karena penasaran ingin membuat selai sendiri yang tidak terlalu manis. Sebelumnya saya sudah pernah membuat selai <em>cherry</em> sendiri. Selain penasaran, saya juga memiliki beberapa pertanyaan mengenai pembuatan selai. Walaupun judulnya <em>sugar free</em> tapi kita juga diberikan materi dasar dengan menggunakan gula biasa. Ini salah satu <em>workshop</em> yang cukup sukses saya ikuti karena sejauh ini selai yang saya bikin berhasil dengan sukses. Selai yang sudah dihasilkan adalah selai <em>strawberry</em> dan <em>cherry</em>.</font><br /><span></span></div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/published/ws-sosis-nusantara.jpg?1719926040" alt="Picture" style="width:436;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>  <div class="paragraph"><font color="#626262"><em>Workshop</em> Sosis Nusantara saya ikuti karena saya ingin belajar bikin sosis sendiri. Tetapi karena saya terlewat <em>workshop</em> sosis yang biasa, saya putuskan untuk ikut <em>workshop</em> sosis ini karena yang berbeda dengan sosis biasa adalah bumbu yang digunakan pada pembuatan sosis. <em>Workshop</em> ini diadakan oleh Ketumbar dengan pemberi materi Mbak Eme. Saya mencoba sekali membuat sosis setelah <em>workshop</em> ini dengan menggunakan daging kerbau. Untuk pengganti selongsong sosis, saya menggunakan cetakan sosis dari silikon karena harus mencari selongsong sosis yang pasti halal. Bentukannya tidak terlalu menarik tetapi Alhamdulillah rasa cukup enak. Masih harus banyak berlatih. Sosis yang saya bikin adalah sosis <em>bratwurst</em> dengan resep bumbunya hasil <em>browsing</em> di Google.</font></div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/published/ws-speculoos-butter.jpg?1719926055" alt="Picture" style="width:437;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>  <div class="paragraph"><font color="#626262">Saya sangat menyukai selai <em>speculoos</em>. Tapi kalau beli, selain mahal, gulanya juga mana tahan. Begitu muncul iklan <em>Workshop Speculoos Butter</em>, langsung dong daftar. <em>Workshop</em> ini diadakan oleh SHINE. Di sini kita diajarkan cara membuat <em>cookies </em>dan selai. Rasanya lebih mirip kue spekulos jadul dibandingkan spekulos yang dijual oleh merek tertentu itu. Tapi rasanya tetap enak sih menurut saya.</font><br /><br /><font color="#626262">Saya tidak ikut <em>workshop</em> apapun selama tahun 2022. Lebih banyak eksplorasi <em>workshop</em> yang saya ikuti di 2021 dan memperdalam si <em>sourdough</em>, tempe, <em>ginger bug</em>. Mulai ikut aneka <em>workshop</em> lagi di tahun 2023.</font></div>  <div><div class="wsite-multicol"><div class="wsite-multicol-table-wrap" style="margin:0 -15px;"> 	<table class="wsite-multicol-table"> 		<tbody class="wsite-multicol-tbody"> 			<tr class="wsite-multicol-tr"> 				<td class="wsite-multicol-col" style="width:50%; padding:0 15px;"> 					 						  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/kimchi_orig.jpg" alt="Picture" style="width:auto;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>   					 				</td>				<td class="wsite-multicol-col" style="width:50%; padding:0 15px;"> 					 						  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/published/hmoriginal-53ebaf5d-0fb0-410a-bb34-ebd8aca04dea.jpg?1719918819" alt="Picture" style="width:auto;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>   					 				</td>			</tr> 		</tbody> 	</table> </div></div></div>  <div class="paragraph"><font color="#626262"><em>Workshop</em> pertama di tahun 2023 yang saya ikuti adalah <em>Workshop Kimchi, Sauerkraut</em>, dan Acar yang diadakan oleh Sustainable Indonesia. Saya sudah beberapa kali membuat kimchi, tapi masih ada beberapa pertanyaan yang ingin saya tanyakan pada pemberi materi atau peserta lainnya. Jadi <em>workshop</em> ini adalah kesempatan yang bagus untuk saya ikuti.</font></div>  <div><div class="wsite-multicol"><div class="wsite-multicol-table-wrap" style="margin:0 -15px;"> 	<table class="wsite-multicol-table"> 		<tbody class="wsite-multicol-tbody"> 			<tr class="wsite-multicol-tr"> 				<td class="wsite-multicol-col" style="width:50%; padding:0 15px;"> 					 						  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/ws-saus-tomat-saus-sambal-1_orig.jpg" alt="Picture" style="width:auto;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>   					 				</td>				<td class="wsite-multicol-col" style="width:50%; padding:0 15px;"> 					 						  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/ws-saus-tomat-saus-sambal-2_orig.jpg" alt="Picture" style="width:auto;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>   					 				</td>			</tr> 		</tbody> 	</table> </div></div></div>  <div class="paragraph"><font color="#626262">Dari <em>Workshop Kimchi</em> berlanjut ke <em>Workshop</em> Saus Tomat &amp; Saus Sambal yang diadakan oleh Menimba Ilmu. Alasan saya ikut <em>workshop</em> ini karena di negara saya tinggal sekarang tidak ada yang menjual saus sambal. Biasanya kami mendapat saus sambal jika ada orang Indonesia yang berkunjung atau kami beli ketika mudik ke Indonesia. Jadi penting untuk saya bisa membuat saus sambal sendiri. Dari <em>workshop</em> ini saya menghasilkan 2,5 botol saus sambal dan 1 jar pasta tomat.&nbsp;</font><br /><span></span></div>  <div><div class="wsite-multicol"><div class="wsite-multicol-table-wrap" style="margin:0 -15px;"> 	<table class="wsite-multicol-table"> 		<tbody class="wsite-multicol-tbody"> 			<tr class="wsite-multicol-tr"> 				<td class="wsite-multicol-col" style="width:54.811205846529%; padding:0 15px;"> 					 						  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/published/ws-sabun-minyak-jelantah.jpg?1719919102" alt="Picture" style="width:auto;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>   					 				</td>				<td class="wsite-multicol-col" style="width:45.188794153471%; padding:0 15px;"> 					 						  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/published/ws-sabun-minyak-jelantah-2.jpg?1719919120" alt="Picture" style="width:264;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>   					 				</td>			</tr> 		</tbody> 	</table> </div></div></div>  <div class="paragraph"><font color="#626262"><em>Workshop</em> berikutnya adalah <em>Workshop</em> Sabun Minyak Jelantah. Saya pernah melihat sepupu saya membuat sabun minyak jelantah beberapa tahun yang lalu. Sudah lama pengen coba sendiri. Tapi belum kesampaian juga. Sampai akhirnya lihat iklannya di IG Sustainable Indonesia. Langsung semangat buat daftar. Baru sempat mencoba bikin sabun di pertengahan Desember 2023 lalu dan baru mencoba hasilnya menjelang lebaran 2024. Sabunnya enak dipakai dan bersih untuk mencuci kain lap yang digunakan saat bebersih kulkas. <em>Workshop</em> ini diadakan oleh Sustainable Indonesia.</font></div>  <div><div class="wsite-multicol"><div class="wsite-multicol-table-wrap" style="margin:0 -15px;"> 	<table class="wsite-multicol-table"> 		<tbody class="wsite-multicol-tbody"> 			<tr class="wsite-multicol-tr"> 				<td class="wsite-multicol-col" style="width:50%; padding:0 15px;"> 					 						  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/published/ginger-bug.jpg?1719931416" alt="Picture" style="width:352;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>   					 				</td>				<td class="wsite-multicol-col" style="width:50%; padding:0 15px;"> 					 						  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/published/ginger-ale.jpg?1719928700" alt="Picture" style="width:351;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>   					 				</td>			</tr> 		</tbody> 	</table> </div></div></div>  <div class="paragraph"><font color="#626262"><em>Workshop</em> yang menarik juga buat saya adalah <em>Workshop Kombucha &amp; Ginger Bug</em>. Kebetulan saya juga sedang memelihara <em>ginger bug</em> untuk membuat minuman bersoda tanpa tambahan CO</font><font size="2">2</font><font color="#626262">. Karbondioksida terbentuk sebagai produk yang dihasilkan oleh yeast dan bakteri yang memakan gula. Pada kesempatan kali ini saya memperdalam ilmu tentang ginger bug. <em>Workshop</em> ini diadakan oleh Sustainable Indonesia.&nbsp;<br /><br />Saya pilih untuk membuat <em>ginger bug</em> karena tidak perlu biang khusus seperti halnya <em>kombucha</em> yang memerlukan SCOBY. Biang untuk fermentasi ini di dapat udara bebas dan jahe yang digunakan. Setelah <em>ginger bug</em> jadi, kita bisa pakai untuk membuat <em>ginger ale</em> atau minuman berkarbonasi lainnya.</font><br /></div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/published/ws-vegan-yogurt.jpg?1719927043" alt="Picture" style="width:501;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>  <div><div class="wsite-multicol"><div class="wsite-multicol-table-wrap" style="margin:0 -15px;"> 	<table class="wsite-multicol-table"> 		<tbody class="wsite-multicol-tbody"> 			<tr class="wsite-multicol-tr"> 				<td class="wsite-multicol-col" style="width:50%; padding:0 15px;"> 					 						  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/ws-vegan-yogurt-biang-almond-4_orig.jpg" alt="Picture" style="width:auto;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>   					 				</td>				<td class="wsite-multicol-col" style="width:50%; padding:0 15px;"> 					 						  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/ws-vegan-yogurt-biang-cabai-1_orig.jpg" alt="Picture" style="width:auto;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>   					 				</td>			</tr> 		</tbody> 	</table> </div></div></div>  <div class="paragraph"><font color="#626262"><em>Dairy</em> yoghurt adalah salah satu yang biasa saya buat sendiri. Ketika ada kesempatan untuk ikut <em>Workshop</em> <em>Vegan Yogurt</em> yang diadakan oleh Menimba Ilmu, saya langsung daftar. Lebih karena penasaran sih. Mana tahu suatu saat akan butuh. Kebetulan <em>workshop</em> ini pas saya pulang ke Jakarta, jadi saya bisa langsung uji coba di dapur JB. Di kesempatan kali ini saya coba membuat yoghurt susu almond menggunakan biang cabai dan biji almond. Rasanya lumayanlah, saya tetap lebih suka yoghurt yang dari susu sapi biasa. Selain itu diajarkan juga cara membuat susu oat.</font></div>  <div><div class="wsite-multicol"><div class="wsite-multicol-table-wrap" style="margin:0 -15px;"> 	<table class="wsite-multicol-table"> 		<tbody class="wsite-multicol-tbody"> 			<tr class="wsite-multicol-tr"> 				<td class="wsite-multicol-col" style="width:50%; padding:0 15px;"> 					 						  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/vinegar-day-0_orig.jpg" alt="Picture" style="width:auto;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>   					 				</td>				<td class="wsite-multicol-col" style="width:50%; padding:0 15px;"> 					 						  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/vinegar-day-44_orig.jpg" alt="Picture" style="width:auto;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>   					 				</td>			</tr> 		</tbody> 	</table> </div></div></div>  <div class="paragraph"><font color="#626262">Di penghujung tahun 2023 saya mengikuti <em>Workshop</em> <em>Vinegar</em>. Di <em>workshop</em> yang diadakan oleh Menimba Ilmu kita diajarkan cara membuat cuka di rumah. Saya uji coba dengan membuat cuka apel rumahan. Pendampingan <em>workshop</em> ini berlangsung selama 6 minggu dan saya juga mencoba bikin cuka apel. Sayangnya alat pengukur pH yang saya punya tidak meyakinkan pengukurannya sehingga saya tidak yakin cuka ini jadi sesuai harapan. Tapi cuka ini saya konsumsi sendiri untuk memperbanyak bakteri baik di usus selama bulan puasa.</font><br /><br /><font color="#626262">Sejak awal tahun 2024, saya sudah mengikuti 7 macam workshop. Dimulai dari <em>Workshop Dairy Yogurt</em> sampai <em>Workshop Advance Natural Skincare</em>.</font></div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/published/dairy-yogurt.jpg?1719927537" alt="Picture" style="width:auto;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>  <div class="paragraph"><font color="#626262">Setelah mengikuti <em>workshop vegan yogurt</em> di tahun 2023, saya mengikuti juga <em>Workshop Dairy Yogurt</em> di awal tahun 2024. Ikut workshop ini lebih karena ingin bisa bertanya-tanya pada pengajar mengenai pertanyaan-pertanyaan yang muncul saat mencoba membuat yoghurt sendiri. <em>Workshop Dairy Yogurt</em> yang saya ikuti diadakan oleh Sustainable Indonesia. Lumayan bisa tambah ilmu tentang yoghurt dari yang sudah saya dapat sebelumnya.</font><br /><br /><font color="#626262"><em>Workshop</em> kedua yang saya ikuti di tahun 2024 adalah <em>Workshop</em> Menulis Fiksi. Ikut ini sebenernya lebih karena ingin memperbaiki kemampuan menulis untuk di blog ini. Tapi sayangnya <em>workshop</em> ini lebih banyak berbagi pengalaman penulis terkenal dibanding bagaimana cara menulis yang menarik. Terlalu sedikit contoh yang diberikan.</font></div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/published/ws-tempe.jpg?1719928037" alt="Picture" style="width:436;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>  <div class="paragraph"><font color="#626262"><em>Workshop</em> ketiga adalah <em>Workshop</em> Pembuatan Tempe yang diadakan oleh Pijak Bumi Learning. <em>Workshop</em> ini lebih karena ingin menambah pengetahuan pembuatan tempe dari yang sudah saya ketahui sebelumnya dan ingin belajar cara membuat ragi tempe sendiri. Sebelum ikut workshop ini, saya sudah beberapa kali membuat tempe dan cukup sukses. Cukup banyak ilmu yang saya dapat di <em>workshop</em> ini.</font><font color="#4c4c4c">&nbsp;</font><br /><br /><font color="#626262">Selanjutnya saya ikut <em>Workshop Basic Natural Skincare</em> yang dilanjutkan oleh <em>Workshop Advance Natural Skincare</em> yang diadakan oleh Menimba Ilmu. <em>Workshop</em> ini termasuk yang belum sempat saya uji coba walaupun bahan-bahannya sudah ada. Kenapa saya ikut <em>workshop</em> ini? Salah satunya karena produk yang biasa saya pakai termasuk dalam daftar boikot. Setelah beralih ke <em>skincare</em> yang lain dan lokal di India, saya sempat terpikir untuk belajar bikin produk sendiri supaya tidak tergantung oleh produk dengan produksi dari manapun. Apalagi sebenarnya <em>skincare</em> saya tidak terlalu rumit. Selama ini saya hanya menggunakan sabun cuci muka, (kadang) serum, pelembab, dan tabir surya. Jika saya bisa bikin produk sendiri dan cocok, saya bisa membuat produk saya sendiri di mana pun saya berada.</font></div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/published/ws-sosis-homemade-1.jpg?1719931455" alt="Picture" style="width:433;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>  <div class="paragraph"><font color="#626262">Ada dua <em>workshop</em> lain yang saya ikuti di saat bersamaan di akhir April 2024 yaitu <em>Workshop</em> Sabun Dasar yang diadakan oleh Sustainable Indonesia dan <em>Workshop</em> Sosis <em>Homemade</em> yang diadakan oleh Menimba Ilmu. Dari dua <em>workshop</em> ini, hanya <em>workshop</em> sosis yang sempat saya coba. Untuk sabun, walaupun sudah dibeli bahan-bahannya tapi ternyata waktunya tidak cukup untuk membuat sabun juga.<br /><br />&#8203;Target selanjutnya adalah menyelesaikan <em>online workshop</em> tentang membuat bakso dan menjahit sebelum mengikuti <em>online workshop</em> lainnya. Kecuali ada yang benar-benar menarik ;)</font></div>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[6/52 Sourdough Starter - Weekly Journal]]></title><link><![CDATA[http://diaryofatraveler.weebly.com/my-stories/652-sourdough-starter-weekly-journal]]></link><comments><![CDATA[http://diaryofatraveler.weebly.com/my-stories/652-sourdough-starter-weekly-journal#comments]]></comments><pubDate>Sat, 10 Feb 2024 17:00:00 GMT</pubDate><category><![CDATA[52 of 2024]]></category><category><![CDATA[Baking]]></category><category><![CDATA[Sourdough]]></category><guid isPermaLink="false">http://diaryofatraveler.weebly.com/my-stories/652-sourdough-starter-weekly-journal</guid><description><![CDATA[    Hari ke-2   Beberapa minggu ke depan akan diisi dengan catatan mingguan pembuatan sourdough starter.Hari pertama mulai dihitung saat mulai dibikin yaitu 10/05/2020 pukul 08.30 WIB. Hasil pengamatan di malam hari, ada sedikit peningkatan pada adonan. Hal ini di luar harapan karena kalau baca dari beberapa tulisan orang-orang, biasanya pada hari pertama ini tidak ada aktifitas. Apakah pertanda banyak bakteri dan jamur di rumahku?Pada hari kedua,&nbsp;11/05/2020 pukul 10.00 WIB didapatkan hasil [...] ]]></description><content:encoded><![CDATA[<div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/published/002-ss-day-2.jpg?1726717121" alt="Picture" style="width:auto;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%">Hari ke-2</div> </div></div>  <div class="paragraph">Beberapa minggu ke depan akan diisi dengan catatan mingguan pembuatan <em>sourdough starter</em>.<br /><br /><strong>Hari pertama</strong> mulai dihitung saat mulai dibikin yaitu 10/05/2020 pukul 08.30 WIB. Hasil pengamatan di malam hari, ada sedikit peningkatan pada adonan. Hal ini di luar harapan karena kalau baca dari beberapa tulisan orang-orang, biasanya pada hari pertama ini tidak ada aktifitas. Apakah pertanda banyak bakteri dan jamur di rumahku?<br /><br />Pada <strong>hari kedua</strong>,&nbsp;11/05/2020 pukul 10.00 WIB didapatkan hasil dari hari pertama:<ol><li>Adanya peningkatan adonan 100% dari awal.</li><li>Mulai terbentuk gelembung-gelembung udara.</li><li>Ada bau seperti yeast.</li></ol><br />Pada hari kedua ini, berdasarkan sumber yang saya ikuti untuk membuat <em>sourdough starter</em>, adonan hanya perlu diaduk rata saja dan tidak diberi makan (tambahan tepung dan air). Setelah itu kembali disimpan dalam lemari tertutup tempat penyimpanan teh dan stoples.</div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/52-of-2024-5_orig.jpg" alt="Picture" style="width:auto;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>  <div>  <!--BLOG_SUMMARY_END--></div>  <div><div class="wsite-multicol"><div class="wsite-multicol-table-wrap" style="margin:0 -15px;"> 	<table class="wsite-multicol-table"> 		<tbody class="wsite-multicol-tbody"> 			<tr class="wsite-multicol-tr"> 				<td class="wsite-multicol-col" style="width:50%; padding:0 15px;"> 					 						  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/published/003-ss-day-3.jpg?1726731907" alt="Picture" style="width:auto;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%">Hari ke-3 sebelum diberi makan.</div> </div></div>   					 				</td>				<td class="wsite-multicol-col" style="width:50%; padding:0 15px;"> 					 						  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/004-ss-day-3_orig.jpg" alt="Picture" style="width:auto;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%">Hari ke-3 setelah diberi makan.</div> </div></div>   					 				</td>			</tr> 		</tbody> 	</table> </div></div></div>  <div class="paragraph">Pengamatan pada <strong>hari ketiga</strong>, 12/5/2020 pukul 09.30 WIB didapatkan hasil hari kedua:<ol><li>Terjadi peningkatan 50% dari hari kedua setelah diaduk.</li><li>Gelembung udara (+).</li><li>Konsistensi agak cair.</li><li>Bau lebih menyengat dibanding hari kedua.</li></ol><br />Pada hari ini diberikan tambahan 20 g tepung dan 20 g air ke dalam 20 g <em>starter</em> yang ada (1 : 1 : 1) dan diaduk hingga rata. Botol diberi tanda ketinggian menggunakan karet penanda dan disimpan di dalam lemari.<br /><br />Saat dilihat pada malam hari, ada kenaikan sekitar 20% sejak diaduk rata.<br />Sisa <em>starter</em> dibuang ke kompos setelah dicairkan.</div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/published/005-ss-day-4.jpg?1726736143" alt="Picture" style="width:auto;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%">Hari ke-4</div> </div></div>  <div class="paragraph">Hasil pengamatan pada <strong>hari keempat</strong>, 13/5/2020 pukul 10.00 WIB didapatkan pada hari ketiga:<ol><li>Terjadi peningkatan sekitar 20% pada malam hari tetapi turun kembali pada pagi hari.</li><li>Konsitensi cair.</li><li>Bau lebih menyengat dibandingkan hari ketiga. Bau lebih seperti muntah. Bahkan ipar saya bilang baunya seperti tahi kucing ;p.</li></ol><br />Pada hari keempat, <em>starter</em> diberi makan campuran 20 g tepung dan 20 g air pada 20 g <em>starter</em> (1 : 1 : 1) dan diaduk hingga rata. Botol diberi tanda ketinggian menggunakan karet penanda dan disimpan dalam lemari.<br /><br />Sisa <em>starter</em> dibuang ke kompos setelah dicairkan.</div>  <div><div class="wsite-multicol"><div class="wsite-multicol-table-wrap" style="margin:0 -15px;"> 	<table class="wsite-multicol-table"> 		<tbody class="wsite-multicol-tbody"> 			<tr class="wsite-multicol-tr"> 				<td class="wsite-multicol-col" style="width:50%; padding:0 15px;"> 					 						  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/006-ss-day-5-am_orig.jpg" alt="Picture" style="width:auto;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%">Hari ke-5 sebelum dikasih makan. Pengamatan pagi.</div> </div></div>   					 				</td>				<td class="wsite-multicol-col" style="width:50%; padding:0 15px;"> 					 						  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/007-ss-day-5-am_orig.jpg" alt="Picture" style="width:auto;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%">Hari ke-5 sebelum dikasih makan. Pengamatan pagi.</div> </div></div>   					 				</td>			</tr> 		</tbody> 	</table> </div></div></div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/editor/009-ss-day-5-am.jpg?1726747060" alt="Picture" style="width:auto;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%">Hari ke-5 setelah dikasih makan pada pagi hari.</div> </div></div>  <div class="paragraph">Pada <strong>hari kelima</strong>, 14/5/2020 pukul 09.15 dilakukan pengamatan hasil hari keempat dan didapatkan:<ol><li>Tidak ada peningkatan sama sekali.</li><li>Konsistensi cair.</li><li>Gelembung udara (&ndash;).</li><li>Bau seperti muntah&nbsp;<span style="color:rgb(0, 0, 0)">&#129314;</span></li></ol><br /><span>Pada hari ini,<em> starter</em> diberi makan campuran 20 g tepung dan 20 g air pada 20 g <em>starter</em> (1 : 1 : 1) dan diaduk hingga rata. Botol diberi tanda ketinggian menggunakan karet penanda dan disimpan dalam lemari.</span><br /><br /><span>Mulai hari ini dikasih makan 2 kali sehari setiap &plusmn; 12 jam.<br />Sisa <em>starter</em> dibuang ke kompos setelah dicairkan.</span></div>  <div><div class="wsite-multicol"><div class="wsite-multicol-table-wrap" style="margin:0 -15px;"> 	<table class="wsite-multicol-table"> 		<tbody class="wsite-multicol-tbody"> 			<tr class="wsite-multicol-tr"> 				<td class="wsite-multicol-col" style="width:50%; padding:0 15px;"> 					 						  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/010-ss-day-5-pm_orig.jpg" alt="Picture" style="width:auto;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%">Hari ke-5 sebelum dikasih makan pada malam hari.</div> </div></div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/013-ss-day-5-pm_orig.jpg" alt="Picture" style="width:auto;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%">Hari ke-5 setelah dikasih makan pada malam hari.</div> </div></div>   					 				</td>				<td class="wsite-multicol-col" style="width:50%; padding:0 15px;"> 					 						  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/012-ss-day-5-pm_orig.jpg" alt="Picture" style="width:auto;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%">Hari ke-5 sebelum dikasih makan pada malam hari.</div> </div></div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/014-ss-day-5-pm_orig.jpg" alt="Picture" style="width:auto;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%">Hari ke-5 setelah dikasih makan pada malam hari.</div> </div></div>   					 				</td>			</tr> 		</tbody> 	</table> </div></div></div>  <div class="paragraph">Pengamatan pada <strong>hari kelima</strong>, 14/05/2020 pukul 20.50 didapatkan hasil:<ol><li>Tidak ada peningkatan.</li><li>Konsistensi cair (1).</li><li>Bau seperti muntah tapi tidak sekeras pada pengamatan pagi hari.</li></ol><br /><span>Pada hari ini, <em>starter</em> diberi makan campuran 20 g tepung dan 20 g air pada 20 g <em>starter</em> (1 : 1 : 1) dan diaduk hingga rata. Botol diberi tanda ketinggian menggunakan karet penanda dan disimpan dalam lemari.</span><br /><br />Sisa <em>starter</em> dibuang ke kompos setelah dicairkan.</div>  <div><div class="wsite-multicol"><div class="wsite-multicol-table-wrap" style="margin:0 -15px;"> 	<table class="wsite-multicol-table"> 		<tbody class="wsite-multicol-tbody"> 			<tr class="wsite-multicol-tr"> 				<td class="wsite-multicol-col" style="width:50%; padding:0 15px;"> 					 						  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/016-ss-day-6-am_orig.jpg" alt="Picture" style="width:auto;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%">Hari ke-6 sebelum diberi makan pada pagi hari.</div> </div></div>   					 				</td>				<td class="wsite-multicol-col" style="width:50%; padding:0 15px;"> 					 						  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/017-ss-day-6-am_orig.jpg" alt="Picture" style="width:auto;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%">Hari ke-6 setelah diberi makan pada pagi hari.</div> </div></div>   					 				</td>			</tr> 		</tbody> 	</table> </div></div></div>  <div class="paragraph">Pada <strong>hari keenam</strong>, 15/05/2020 pukul 09.45 dilakukan pengamatan pada hasil hari kelima malam hari dan didapatkan:<ol><li>Tidak ada peningkatan.</li><li>Gelembung (+).</li><li>Konsistensi cair (1).</li><li>Bau muntah masih ada tapi samar. Lebih tercium ketika diaduk.</li></ol><br />&#8203;<span>Pada pagi ini, <em>starter</em> diberi makan campuran 20 g tepung dan 20 g air pada 20 g <em>starter</em> (1 : 1 : 1) dan diaduk hingga rata. Botol diberi tanda ketinggian menggunakan karet penanda dan disimpan dalam lemari.<br /><br />Sisa <em>starter</em> dibuang ke kompos setelah dicairkan.</span></div>  <div><div class="wsite-multicol"><div class="wsite-multicol-table-wrap" style="margin:0 -15px;"> 	<table class="wsite-multicol-table"> 		<tbody class="wsite-multicol-tbody"> 			<tr class="wsite-multicol-tr"> 				<td class="wsite-multicol-col" style="width:50%; padding:0 15px;"> 					 						  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/018-ss-day-6-pm_orig.jpg" alt="Picture" style="width:auto;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%">Hari ke-6. Sisa starter yang tidak diberi makan.</div> </div></div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/020-ss-day-6-pm_orig.jpg" alt="Picture" style="width:auto;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%">Hari ke-6 malam. Starter yang diberi makan dan berpenanda hijau.</div> </div></div>   					 				</td>				<td class="wsite-multicol-col" style="width:50%; padding:0 15px;"> 					 						  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/019-ss-day-6-pm_orig.jpg" alt="Picture" style="width:auto;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%">Hari ke-6.  Sisa starter yang tidak diberi makan.</div> </div></div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/021-ss-day-6-pm_orig.jpg" alt="Picture" style="width:auto;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%">Hari ke-6 malam. Starter yang diberi makan dan berpenanda hijau.</div> </div></div>   					 				</td>			</tr> 		</tbody> 	</table> </div></div></div>  <div class="paragraph">Pengamatan pada <strong>hari keenam</strong>, 15/05/2020 pukul 21.45 didapatkan hasil:<ol><li>Tidak ada peningkatan.</li><li>Gelembung (&ndash;).</li><li>Konsistensi tidak secair tadi pagi (2).</li><li>Bau seperti tepung. Bau tidak enak nyaris tidak tercium sama sekali.</li></ol><br />&#8203;Malam ini dari <em>starter</em> hasil pagi hari diambil sebanyak 4 g dan diberi makan campuran tepung 32 g dan air 20 g (1 : 8 : 5) dan diaduk hingga rata. Botol ditutup dengan kain dan diberi penanda hijau. Sisa <em>starter</em> pada botol pertama tidak diberi makan, diaduk, ditutup dengan kain, diberi penanda merah, dan disimpan dalam lemari bersama botol berpenanda hijau.</div>  <div><div class="wsite-multicol"><div class="wsite-multicol-table-wrap" style="margin:0 -15px;"> 	<table class="wsite-multicol-table"> 		<tbody class="wsite-multicol-tbody"> 			<tr class="wsite-multicol-tr"> 				<td class="wsite-multicol-col" style="width:50%; padding:0 15px;"> 					 						  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/022-ss-day-7-am-casey_orig.jpg" alt="Picture" style="width:auto;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%">Casey hari ke-7 pagi hari sebelum diberi makan.</div> </div></div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/024-ss-day-7-am-casey_orig.jpg" alt="Picture" style="width:auto;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%">Casey hari ke-7 pagi hari setelah diberi makan.</div> </div></div>   					 				</td>				<td class="wsite-multicol-col" style="width:50%; padding:0 15px;"> 					 						  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/023-ss-day-7-am-kelly_orig.jpg" alt="Picture" style="width:auto;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%">Kelly hari ke-7 pagi hari sebelum diberi makan.</div> </div></div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/025-ss-day-7-am-kelly_orig.jpg" alt="Picture" style="width:auto;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%">Kelly hari ke-7 pagi hari setelah diaduk.</div> </div></div>   					 				</td>			</tr> 		</tbody> 	</table> </div></div></div>  <div class="paragraph">Pengamatan pada <strong>hari ketujuh</strong>, 16/05/2020 pukul 09.45.<br />&#8203;Botol dengan penanda merah diberi nama <strong>Casey</strong> dan botol dengan penanda hijau diberi nama <strong>Kelly</strong>.<br />&#8203;<br />&#8203;<span>Hasil pengamatan pada&nbsp;</span><strong>Casey</strong><span>:</span><ol><li>&#8203;Sulit untuk melihat peningkatan karena kemarin malam dinding botol tidak dibersihkan sebelum disimpan ke dalam lemari.</li><li>Gelembung (+).</li><li>Konsistensi lebih cair dari semalam (1,5).</li><li>Bau seperti muntah muncul kembali.</li></ol><br /><span>&#8203;Pagi ini 25 g <em>starter</em> diberi makan 28 g tepung dan 25 g air. <em>Starter </em>diaduk hingga rata, diberi penanda dan tutup kain. Lalu disimpan di dalam lemari penyimpanan.</span><br /><span>&#8203;</span><br /><span>&#8203;</span><span>Hasil pengamatan pada&nbsp;</span><strong>Kelly</strong><span>:</span><ol><li>&#8203;Konsistensi lebih lembut dibandingkan semalam (5).</li><li>Tidak ada peningkatan.</li><li>Bau mirip seperti botol 1 (Casey).</li></ol><br /><span><em>Starter</em> diaduk rata dan tidak diberi makan. Diberi penanda dan tutup kain. <em>Starter</em> disimpan di dalam lemari penyimpanan.</span></div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/editor/026-ss-day-7-pm.jpg?1730396088" alt="Picture" style="width:auto;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%">Casey dan Kelly hari ke-7 pukul 18.04. Terlihat adanya peningkatan.</div> </div></div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/published/027-ss-day-7-pm-kelly.jpg?1730399227" alt="Picture" style="width:auto;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%">Kelly hari ke-7 malam hari sebelum dikasih makan.</div> </div></div>  <div><div class="wsite-multicol"><div class="wsite-multicol-table-wrap" style="margin:0 -15px;"> 	<table class="wsite-multicol-table"> 		<tbody class="wsite-multicol-tbody"> 			<tr class="wsite-multicol-tr"> 				<td class="wsite-multicol-col" style="width:50%; padding:0 15px;"> 					 						  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/028-ss-day-7-pm-kelly_orig.jpg" alt="Picture" style="width:auto;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%">Kelly hari ke-7 malam hari setelah dikasih makan.</div> </div></div>   					 				</td>				<td class="wsite-multicol-col" style="width:50%; padding:0 15px;"> 					 						  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/029-ss-day-7-pm-kelly_orig.jpg" alt="Picture" style="width:auto;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%">Kelly hari ke-7 malam hari setelah dikasih makan.</div> </div></div>   					 				</td>			</tr> 		</tbody> 	</table> </div></div></div>  <div class="paragraph">Pengamatan <em>sourdough starter</em> pada <strong>hari ketujuh</strong>, 16/06/2020 pukul 21.45 didapatkan hasil:<br />&#8203;<br />&#8203;<strong>Casey:</strong><ol><li>Aktifitas masih tinggi sehingga malam ini tidak dikasih makan. Peningkatan hampir tiga kali lipat dibandingkan awal.</li><li>Gelembung (+).</li></ol><br /><strong>Kelly:</strong><ol><li>Ketika dicek pukul 18.04, terjadi peningkatan sekitar 2,5&ndash;3 kali lipat dibandingkan awal. Sebelum diberi makan pada malam hari, aktifitas sudah mulai turun kembali.</li><li>Konsistensi lebih padat (3,5).</li><li>Bau muntah mulai menghilang. Samar ada bau seperti jambu bol.</li><li>Gelembung (+) dan cukup banyak.</li></ol><br /><span>Kelly diberi makan dengan 21 g tepung dan 21 g air yang dicampurkan dengan 21 g <em>starter</em>. Diaduk rata, diberi penanda hijau, ditutup kain, dan disimpan dalam lemari bersama Casey.</span><br /><span>Sisa <em>starter</em> diencerkan dan dibuang ke kompos.</span><br /><br /><strong>Catatan:&nbsp;</strong><br /><span>Konsistensi <em>starter</em> dibikin skala antara 1 sampai 5. Skala 1 untuk yang paling encer dan skala 5 untuk yang paling padat. Skala dituliskan dalam kurung di belakang poin konsistensi.</span></div>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[5/52 Sourdough Starter]]></title><link><![CDATA[http://diaryofatraveler.weebly.com/my-stories/552-sourdough-starter]]></link><comments><![CDATA[http://diaryofatraveler.weebly.com/my-stories/552-sourdough-starter#comments]]></comments><pubDate>Sat, 03 Feb 2024 17:00:00 GMT</pubDate><category><![CDATA[52 of 2024]]></category><category><![CDATA[Baking]]></category><category><![CDATA[Sourdough]]></category><guid isPermaLink="false">http://diaryofatraveler.weebly.com/my-stories/552-sourdough-starter</guid><description><![CDATA[       Suami saya sangat suka roti keras (rustic bread) yang biasa kami temukan ketika tinggal di Eropa. Saya sendiri baru terpapar dengan roti model itu ketika kami bulan madu ke Eropa. Tapi sayangnya dulu roti seperti itu agak susah ditemukan di Indonesia. Ada beberapa tempat khusus yang menjual roti jenis itu, tapi untuk membelinya, kami harus pergi khusus ke sana. Kalau sekarang sudaj lebih banyak yang menjual roti seperti ini.Ketika kami tinggal di Berlin dan Jenewa, roti ini menjadi salah  [...] ]]></description><content:encoded><![CDATA[<div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/published/20200922-035734262-ios-copy.jpg?1726715407" alt="Picture" style="width:432;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>  <div class="paragraph">Suami saya sangat suka roti keras (<em>rustic bread</em>) yang biasa kami temukan ketika tinggal di Eropa. Saya sendiri baru terpapar dengan roti model itu ketika kami bulan madu ke Eropa. Tapi sayangnya dulu roti seperti itu agak susah ditemukan di Indonesia. Ada beberapa tempat khusus yang menjual roti jenis itu, tapi untuk membelinya, kami harus pergi khusus ke sana. Kalau sekarang sudaj lebih banyak yang menjual roti seperti ini.<br /><br />Ketika kami tinggal di Berlin dan Jenewa, roti ini menjadi salah satu sarapan pilihan kami. Dimakan dengan keju rasanya benar-benar nikmat. Dengan mentega dan selai pun juga terasa nikmat sekali.<br /><br />Sudah lama sebenarnya saya ingin belajar membuat roti seperti ini. Saya mulai dengan menonton video-video di YouTube untuk mempelajari cara membuat roti ini. Saat itulah saya tahu bahwa untuk membuat roti ini bisa dengan beberapa jenis ragi. Dua yang populer dipakai adalah ragi komersial baik dengan bentuk ragi kering atau ragi segar yang biasanya mengandung <em><font color="#626262">Saccharomyces cerevisiae</font></em>, selain itu ada juga yang menggunakan <em>wild yeast </em>atau yang biasa dikenal sebagai <em>sourdough starter/madre</em>.<br /><br />Saya tertarik untuk mempelajari bagaimana membuat roti keras dengan <em>sourdough starter.</em>&nbsp;Salah satu alasannya adalah untuk mengurangi sampah yang dihasilkan. Berbagai video dan blog saya baca untuk mempelajari bagaimana membuat <em>sourdough starter</em>. Tapi baru kesampaian untuk membuatnya di tahun 2020 ketika pandemi COVID-19 melanda bumi ini.</div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a href='http://diaryofatraveler.weebly.com/my-stories/category/52-of-2024' target='_blank'> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/52-of-2024-5_orig.jpg" alt="Picture" style="width:auto;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>  <div>  <!--BLOG_SUMMARY_END--></div>  <div class="paragraph">Saat itu saya tertahan di Jakarta karena masalah visa dan lockdown yang diterapkan oleh pemerintah India, sehingga tidak bisa ikut kembali ke New Delhi bersama suami. Saya mulai mencoba-coba membuat roti dari berbagai resep. Mulai dari resep mama yang sering dibuat zaman saya kecil sampai resep yang saya dapat dari teman atau blog orang-orang.&nbsp;<br /><br />Setelah berdiskusi dengan salah seorang teman kuliah yang juga mulai membuat <em>sourdough starter</em>, saya menguatkan hati untuk mulai membuat juga. <em>Sourdough starter</em> saya buat sendiri mulai dari nol. Saya seperti punya anak yang harus dipelihara dengan benar, diberi nama dan diajak ngobrol. Butuh waktu sekitar 1 bulan sampai bisa mulai dipakai untuk membuat roti.<br /><br />Saya mulai membuat tanggal 10 Mei 2020 jam 08.30.</div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/published/001-img-8592-copy.jpg?1726714855" alt="Picture" style="width:434;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>  <div class="paragraph">Untuk membuat sourdough starter diperlukan:<ul><li>1 buah botol mason jar/botol kaca lainnya</li><li>1 buah timbangan kue digital</li><li>1 buat spatula</li><li>1 buat measuring cup</li><li>1 buah kotak untuk menimbang tepung</li><li>1 buah karet untuk penanda ketinggian</li><li>1 buah kain tahu/kain lain untuk digunakan sebagai penutup botol</li><li>20 g tepung terigu protein tinggi</li><li>20 g air</li></ul><br />Cara membuat:<ol><li><font color="#626262">Timbang botol yang akan digunakan.</font></li><li><font color="#626262">Timbang tepung yang akan digunakan.</font></li><li><font color="#626262">Timbang air yang akan digunakan dalam botol.</font></li><li><font color="#626262">Campur air dan tepung yang sudah diukur hingga rata.</font></li><li><font color="#626262">Tutup dengan kain tahu yang dilipat empat.</font></li><li><font color="#626262">Disimpan di lemari yang tertutup tempat menyimpan teh dan stoples.</font></li></ol><br />Hasil:<br />Saat diintip pada malam hari terlihat peningkatan adonan. Tanda mulai ada bakteri yang tertangkap dan mulai hidup di adonan tepung.<br /><br /></div>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[4/52 Jama Masjid, Delhi]]></title><link><![CDATA[http://diaryofatraveler.weebly.com/my-stories/452-jama-masjid-delhi]]></link><comments><![CDATA[http://diaryofatraveler.weebly.com/my-stories/452-jama-masjid-delhi#comments]]></comments><pubDate>Sat, 27 Jan 2024 17:00:00 GMT</pubDate><category><![CDATA[52 of 2024]]></category><category><![CDATA[Delhi]]></category><category><![CDATA[India]]></category><guid isPermaLink="false">http://diaryofatraveler.weebly.com/my-stories/452-jama-masjid-delhi</guid><description><![CDATA[       Jika kita menjelajah dunia maya mencari tempat-tempat yang bisa dikunjungi di Delhi, India, maka akan banyak peninggalan-peninggalan Islam di zaman dahulu yang keluar pada pencarian. Salah satunya adalah Jama Masjid di Old Delhi. Tempat ini adalah yang pertama saya kunjungi ketika sampai di Delhi.Saya pertama kali berkunjung di bulan Januari 2019. Saat itu polusi udara cukup parah sehingga langit cenderung kelabu. Dan kami juga menggunakan masker sepanjang waktu.                 Red fort  [...] ]]></description><content:encoded><![CDATA[<div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/published/20230611-134635458-ios.jpg?1714456711" alt="Picture" style="width:563;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>  <div class="paragraph">Jika kita menjelajah dunia maya mencari tempat-tempat yang bisa dikunjungi di Delhi, India, maka akan banyak peninggalan-peninggalan Islam di zaman dahulu yang keluar pada pencarian. Salah satunya adalah Jama Masjid di Old Delhi. Tempat ini adalah yang pertama saya kunjungi ketika sampai di Delhi.<br /><span></span>Saya pertama kali berkunjung di bulan Januari 2019. Saat itu polusi udara cukup parah sehingga langit cenderung kelabu. Dan kami juga menggunakan masker sepanjang waktu.<br /><span></span></div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a href='http://diaryofatraveler.weebly.com/my-stories/category/52-of-2024' target='_blank'> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/52-of-2024-5_orig.jpg" alt="Picture" style="width:auto;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>  <div>  <!--BLOG_SUMMARY_END--></div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/editor/20190113-103833762-ios.jpg?1714456703" alt="Picture" style="width:557;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%">Red fort terlihat di foto ini.</div> </div></div>  <div class="paragraph">Salah satu masjid terbesar di India terletak di seberang Red Fort Delhi. Masjid yang dibangun pada masa pemerintahan Sjah Jahan, salah satu raja masa Mughal, mulai dibangun pada tahun 1644 dan selesai pada tahun 1656. Masjid ini terletak di lokasi tertinggi di Sjahjahanabad pada masa itu, di atas sebuah bukit. Untuk memasukinya kita harus menaiki tangga kurang lebih 10 m terlebih dahulu. Masjid ini terbuat dari red sandstone dan marmer. Konon eksterior masjid ini serupa dengan Masjid Fatepur Sikri dan interior masjid menyerupai masjid Jama Masjid di Agra. Sayangnya saya belum pernah mengunjungi kedua tempat tersebut.</div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/published/20190113-103417966-ios.jpg?1714456764" alt="Picture" style="width:auto;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/published/20191124-084550734-ios.jpg?1714458046" alt="Picture" style="width:auto;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/published/20190113-104832498-ios.jpg?1714458117" alt="Picture" style="width:auto;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>  <div class="paragraph">Terdapat tiga pintu di sisi utara, selatan, dan timur bangunan masjid. Pintu timur adalah pintu yang paling khusus karena pintu inilah yang digunakan oleh raja pada masa itu. Pintu ini setinggi tiga lantai. Dari pintu-pintu tersebut, kita akan memasuki courtyard masjid. Lantai courtyard terbuat dari red sandstone. Di tengah courtyard akan kita temui kolam yang digunakan untuk berwudhu berukuran 17 m x 15 m. Sayangnya kolamnya sekarang berwarna hijau walaupun masih banyak yang menggunakan kolam tersebut untuk berwudhu. Courtyard ini bisa menampung 25.000 jamaah shalat.<br /></div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/published/20190314-113627949-ios.jpg?1714456915" alt="Picture" style="width:auto;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/published/20190113-105106947-ios.jpg?1714457631" alt="Picture" style="width:auto;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>  <div class="paragraph">Bangunan masjid sendiri berukuran 61 m x 27 m dan memiliki tiga kubah. Di bagian tengah memiliki pishtaq yang besar, menyerupai masjid di daerah Asia Tengah seperti Uzbekistan yang merupakan asal dari Timurlane, buyut para raja Mughal di India. Lantai masjid terbuat dari marmer putih dan hitam yang dibuat menyerupai sajadah. Mempunyai 7 mihrabs yang mengarah ke kiblat. Masjid ini memiliki 2 menara setinggi 40 m yang berada di sudut tenggara dan sudut barat daya. Kita bisa naik ke puncak menara yang berada di sudut barat daya.<br /></div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/published/20190113-105143615-ios.jpg?1714458204" alt="Picture" style="width:auto;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/published/20190113-104519520-ios.jpg?1714457114" alt="Picture" style="width:auto;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>  <div class="paragraph">Untuk masuk ke mesjid ini, turis asing dikenai biaya 300 INR. Sedangkan untuk naik ke puncak menara akan dikenakan tambahan biaya 100 INR. Untuk naik ke puncak menara, kita harus menaiki sekitar 150 anak tangga. Sepatu bisa dititipkan di pintu, kalau saya biasanya bawa kantong sendiri dan memasukkan sepatu ke dalam kantong tersebut. Perlu diingat kalau datang saat musim panas, lantai courtyard siang-siang puanas buanget&hellip; Please mind your feet :p Dan biasanya disediakan karpet buat jalan supaya kakinya gak kepanasan.</div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/published/20190331-074947085-ios.jpg?1714457258" alt="Picture" style="width:auto;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>  <div class="paragraph">Islam di India menganut mazhab Imam Hanafi di mana perempuan tidak shalat di masjid melainkan di rumah. Jadi para perempuan jangan berharap bisa shalat di masjid. Tapi pertama kali ke masjid ini saya melihat ada perempuan yang shalat di masjid. Memang tidak di dalam masjid tapi di selasar yang ada di sisi utara. Saat datang lagi ke sana bersama mertua di bulan Mei 2019, saya dan mertua serta tante sempat shalat. Kala itu saya shalat di selasar sisi barat, di sisi kanan masjid. Dan sekali lagi saat datang bersama teman dan keponakan di akhir tahun 2019, saya bisa shalat di dalam masjid, di sisi kanan. Kala itu ditunjukkan lokasinya oleh salah satu petugas masjid (yang pas selesai shalat biasanya minta tip). Tapi lumayanlah, jadi bisa lihat bagian dalam masjid yang indah banget.<br /><span></span>&#8203;</div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:10px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/published/20230611-134352995-ios.jpg?1714457820" alt="Picture" style="width:auto;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/published/20230611-134350594-ios.jpg?1714458468" alt="Picture" style="width:auto;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>  <div class="paragraph">Islam di India menganut mazhab Imam Hanafi di mana perempuan tidak shalat di masjid melainkan di rumah. Jadi para perempuan jangan berharap bisa shalat di masjid. Tapi pertama kali ke masjid ini saya melihat ada perempuan yang shalat di masjid. Memang tidak di dalam masjid tapi di selasar yang ada di sisi utara. Saat datang lagi ke sana bersama mertua di bulan Mei 2019, saya dan mertua serta tante sempat shalat. Kala itu saya shalat di selasar sisi barat, di sisi kanan masjid. Dan sekali lagi saat datang bersama teman dan keponakan di akhir tahun 2019, saya bisa shalat di dalam masjid, di sisi kanan. Kala itu ditunjukkan lokasinya oleh salah satu petugas masjid (yang pas selesai shalat biasanya minta tip). Tapi lumayanlah, jadi bisa lihat bagian dalam masjid yang indah banget.<br /></div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/published/20190113-105341556-ios.jpg?1714457387" alt="Picture" style="width:auto;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%">Salah satu selasar yang pernah saya gunakan untuk shalat.</div> </div></div>  <div class="paragraph">Beberapa kali datang ke tempat ini, hampir selalu dalam kondisi sedang direnovasi. Tapi tahun 2023 saya bisa melihat masjid ini tanpa scaffolding bambu.<br /><span></span></div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/published/20190113-105256314-ios.jpg?1714458512" alt="Picture" style="width:auto;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/published/20190113-105521749-ios.jpg?1714458529" alt="Picture" style="width:auto;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/published/20191124-091559330-ios.jpg?1714458552" alt="Picture" style="width:auto;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/published/20230611-134657543-ios.jpg?1714458645" alt="Picture" style="width:auto;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[3/52 Cast Iron Cookware]]></title><link><![CDATA[http://diaryofatraveler.weebly.com/my-stories/352-cast-iron-cookware]]></link><comments><![CDATA[http://diaryofatraveler.weebly.com/my-stories/352-cast-iron-cookware#comments]]></comments><pubDate>Sat, 20 Jan 2024 17:00:00 GMT</pubDate><category><![CDATA[52 of 2024]]></category><category><![CDATA[cooking]]></category><guid isPermaLink="false">http://diaryofatraveler.weebly.com/my-stories/352-cast-iron-cookware</guid><description><![CDATA[       Mulai kenal dengan cast iron cookware sekitar 30 tahun yang lalu ketika jadi anak pertukaran belajar. Ketika itu belum ada rasa tertarik untuk urusan masak memasak. Bisa masak tapi ala kadarnya saja. Sering lihat orang tua angkat saya pakai cast iron skillet untuk bikin beberapa jenis makanan terutama corn bread favorit saya. Tahunya hanya ini adalah salah satu jenis alat masak, seperti halnya wajan dan panci tebal (yang kemudian hari diketahui berbahan aluminium) yang suka dipakai sama b [...] ]]></description><content:encoded><![CDATA[<div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/published/20200829-050535600-ios.jpg?1706088591" alt="Picture" style="width:auto;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>  <div class="paragraph">Mulai kenal dengan <em>cast iron cookware</em> sekitar 30 tahun yang lalu ketika jadi anak pertukaran belajar. Ketika itu belum ada rasa tertarik untuk urusan masak memasak. Bisa masak tapi ala kadarnya saja. Sering lihat orang tua angkat saya pakai <em>cast iron skillet</em> untuk bikin beberapa jenis makanan terutama <em>corn bread</em> favorit saya. Tahunya hanya ini adalah salah satu jenis alat masak, seperti halnya wajan dan panci tebal (yang kemudian hari diketahui berbahan aluminium) yang suka dipakai sama bibik di rumah.<br />&#8203;<br />Saya yang mulai rutin memasak hampir setiap hari di akhir tahun 2010, mulai rajin nonton YouTube &amp; baca blog orang-orang yang nulis berbagai resep. Cari resep yang mudah, cepat, dan murah tentunya :p Nah tahu dong algoritma si YouTube yang selalu memberikan saran tontonan. Si algoritma ini yang membawa bahasan tentang alat masak yang baik untuk digunakan sehari-hari. Salah satunya si <em>cast iron skillet.</em></div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a href='http://diaryofatraveler.weebly.com/my-stories/category/52-of-2024' target='_blank'> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/52-of-2024-5_orig.jpg" alt="Picture" style="width:auto;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>  <div>  <!--BLOG_SUMMARY_END--></div>  <div class="paragraph">Sebelumnya di rumah biasa pakai wajan berlapis antilengket dan lama kelamaan si lapisan ini akan mengelupas setelah pemakaian beberapa waktu. Selain itu juga tidak bisa menggunakan api terlalu besar, mesti pakai alat masak seperti sendok/spatula/sodet berbahan khusus, dan perawatan saat mencucinya juga harus benar. Salah-salah lapisan antilengketnya akan mengelupas. Masalahnya adalah saat antilengket ini mengelupas, bahan tersebut akan menjadi racun di dalam tubuh kita. Ngeri gak sih? Hal tersebut yang membuat saya berencana mulai mengganti wajan antilengket di rumah dengan yang lebih baik/sehat. Dan mulailah saya punya proyek mengganti wajan antilengket dengan peralatan masak berbahan besi dan <em>stainless steel</em>.<br /><span></span></div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/published/20170307-135154000-ios.jpg?1706089669" alt="Picture" style="width:auto;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>  <div class="paragraph"><font color="#626262"><em>Cast iron cookware</em> adalah alat masak berbahan besi cor. Karena terbuat dari besi maka alat masak ini harus dilapisi dengan minyak/lemak yang kemudian dipanaskan menggunakan suhu tinggi di oven. Proses membuat lapisan ini biasa disebut sebagai proses <em>seasoning</em>. Saat di-<em>seasoning</em>, akan terbentuk lapisan patina hitam di permukaan wajan/panci. Lapisan ini akan melindungi besi dari proses oksidasi yang akan menimbulkan karat. Lapisan ini juga berfungsi sebagai lapisan antilengket. Selain harus di-<em>seasoning</em>, alat masak jenis ini harus segera dikeringkan setelah dibersihkan. Hal ini untuk mencegah terjadinya karat. Setelah dikeringkan, lapisi kembali wajan/panci dengan minyak/lemak. Yang saya tahu biasanya pakai alat masak berbahan besi ini adalah tukang martabak. Perhatikan deh, tukang martabak itu pakai wajan/loyang yang tebal.<br /></font><br /><font color="#626262">Karena terbuat dari besi cor, wajan ini memiliki berat yang luar biasa. Bisa buat pengganti barbel :p Hal ini jadi kurang cocok untuk dipakai oleh anak-anak dan orangtua. Karena berat, jadi rawan terbentur atau terlepas dari pegangan. Jadi mesti berhati-hati saat memakainya. Alat masak ini kalau terbentur atau jatuh bisa pecah ya. Jadi tidak tahan banting. Satu lagi masalahnya, karena ini dibikin dengan cetakan, ketika bagian untuk memasak panas, maka bagian pegangannya juga akan panas. Jangan lupa gunakan cempol tahan panas.<br /></font><br /><font color="#626262">Menggunakan alat masak ini dimulai dipanaskan dengan api kecil dan kemudian bisa bertahap naik. Apalagi kalau kamu tinggal di tempat dengan suhu dingin. Perubahan suhu yang ekstrim bisa bikin wajan/panci ini retak atau malah belah. Makanya pakai api kecil dulu. Pas nyuci juga jangan pakai air dengan suhu yang berbeda dari wajan.&nbsp;<br />&#8203;</font><br /><font color="#626262">Cara mencuci wajan/panci ini banyak kontroversi, ada yang bilang tidak boleh pakai sabun dan ada juga yang bilang boleh pakai sabun. Alasan tidak boleh menggunakan sabun karena dianggap sabun akan menghilangkan <em>seasoning</em> yang sudah dibuat di awal. Sementara bagi penganut aliran boleh dicuci dengan sabun menganggap bahwa lapisan patina yang terbentuk tidak akan hilang walau dicuci dengan sabun. Karena lapisan patina itu sudah bukan berbentuk minyak/lemak lagi tetapi sudah menjadi lapisan polimerasi yang tidak akan larut oleh sabun. Kalau saya penganut mencuci wajan ini sabun. Pernah coba cuci tanpa sabun dan rasanya tidak bersih. Buat bahasan ini coba cek akun Instagram atau YouTube@cast_iron_chris. Saya sealiran dengan Om Chris :p</font></div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/published/20200830-003734573-ios.jpg?1706090060" alt="Picture" style="width:auto;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>  <div class="paragraph"><font color="#626262">Pencarian saya dimulai tahun 2017 setelah menonton dan membaca banyak bahasan tentang <em>cast iron skillet</em>. Berbeda dengan saat di Amerika dulu, <em>cast iron skillet</em> itu barang yang mudah ditemui di toko macam Wallmart (atau Carrefour kalau di Indonesia), sementara di Indonesia, barang ini belum lazim dipakai sehari-hari. Jadilah hunting barang ini di Tokopedia. Iseng saja cari-cari dan akhirnya ketemu satu toko yang jual. Barangnya agak beda dengan yang buatan Amerika. <em>Cast iron skillet</em> ini ukuran diameternya sekitar 20 cm dengan pinggiran sekitar 2 cm dan gagang persegi, merek Grand buatan Jepang.<br />&#8203;</font><br /><font color="#626262">Begitu saya menerima barangnya, saya melakukan <em>seasoning</em> sesuai yang sudah dipelajari sebelumnya. Saat itu saya menggunakan minyak kelapa untuk <em>seasoning</em> dan dilakukan sebanyak tiga kali. Yang pertama kali dimasak adalah telur mata sapi. Hasilnya telur tidak sepenuhnya tidak lengket tapi lengketnya tidak parah. Semakin tidak lengket setelah dipakai berkali-kali. Karena ukurannya tidak terlalu besar dan pinggiran wajan ini pun tidak terlalu tinggi, biasanya wajan ini saya gunakan saat menggoreng telur atau membuat <em>pancake</em>.</font></div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/published/20180206-030018640-ios.jpg?1706093634" alt="Picture" style="width:auto;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>  <div class="paragraph">Beberapa bulan kemudian dan hasil bolak-balik menengok ke Tokopedia, saya membeli lagi satu buah wajan bermerek Lodge buatan Amerika. Hal yang sama saya lakukan kepada wajan ini. Biasanya wajan ini saya pakai untuk masak makanan yang perlu dari kompor dan dilanjutkan ke oven. Biasa juga dipakai untuk memasak steak dan pizza. Tahun 2020, wajan ini paling sering dipakai untuk manggang roti dengan dipasangkan dengan <em>cast aluminium skillet</em> lama untuk pengganti <em>cast iron dutch oven</em>.<br />&#8203;<br />&#8203;<font color="#626262">Kalau jalan-jalan ke mall atau ke toko yang punya area yang menjual barang-barang dapur, saya suka sekali melihat di sana. Salah satu tempat favorit saya di Jakarta adalah di Ace Hardware. Ada saja barang-barang yang menarik perhatian saya. Dan suatu hari ketika sedang main di toko ini di daerah Rawamangun, saya menemukan wajan kecil yang cocok untuk masak telur mata sapi. Setelah di-<em>seasoning</em>, wajan ini dipakai khusus untuk masak telur.</font><br /><br /><font color="#626262">Sayangnya, karena perawatan wajan ini butuh penanganan khusus/lebih dibandingkan alat masak biasa, selain saya, tidak ada yang mau pakai wajan ini buat masak. Akhirnya ketika pandemi tahun 2020, saya putuskan untuk membeli wajan ini yang berlapis enamel. Wajan ini tidak perlu di-<em>seasoning</em> dan bisa dicuci seperti biasa.</font></div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/published/20200815-110702776-ios.jpg?1706094602" alt="Picture" style="width:auto;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/published/20200815-110639391-ios.jpg?1706093838" alt="Picture" style="width:auto;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>  <div class="paragraph">Setelah pindah ke India, saya menerapkan hal yang sama dengan saat di Indonesia. Saya tidak membeli lagi alat masak berbahan antilengket. Saya membeli <em>cast iron skillet</em> di Amazon. Di India banyak yang menggunakan wajan model ini tapi banyaknya buatan lokal. Pas mencari, saya menemukan satu merek lokal yang harganya cukup murah tetapi cukup halus buatannya. Sekitar Rp400.000 untuk wajan besi 3 ukuran (10&rdquo;, 8&rdquo;, dan 6&rdquo;). Bentuknya mirip dengan Lodge dan cukup rapih buatannya. Keputusan tepat punya wajan ini. Karena wajan ini termasuk wajan andalan untuk masak di sini. Begitu pindah ke apartemen yang baru, kami melengkapi peralatan dapur kami dengan tambahan wajan dan panci <em>stainless steel</em>.</div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/published/20200202-110859715-ios.jpg?1706094153" alt="Picture" style="width:auto;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/published/20200222-040532590-ios.jpg?1706094718" alt="Picture" style="width:auto;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>  <div class="paragraph">Urusan <em>cast iron</em> ini benar-benar bikin nagih. Sekali waktu iseng buka <em>website amazon</em> dan lihat-lihat alat masak <em>cast iron</em> dan ada 1 wajan yang untuk memanggang. Harganya pun tidak terlalu mahal. Dan panggangan ini berenamel, jadi lebih mudah perawatannya. Akhirnya 1 wajan baru dibungkus. Waktu beli wajan ini alasannya di Jakarta susah cari yang model ini dan murah :p Ya&hellip; wajan itu akhirnya saya bawa ke Jakarta waktu pulang di tahun 2022.<br />&#8203;<br />Ngomongin <em>cast iron</em> <em>cookware</em> tidak cukup hanya <em>skillet</em>, tapi masih ada juga <em>dutch oven</em> atau <em>cast iron</em> <em>pot</em>. Waktu saya membeli <em>cast iron skillet</em> di India, saya juga membeli <em>cast iron dutch oven</em>. Maunya beli yang merek Le Creuset tapi apa daya, harganya tidak masuk di dana kami saat itu (saat ini juga masih tidak masuk akal sih :p). Jadi demi punya panci ini, saya rela beli yang merek Amazon Basic dengan harga 1/20-nya Le Creuset. Dan panci ini termasuk panci andalan saya untuk masak yang berkuah-kuah dalam porsi besar saat ini. Apalagi di apartemen yang baru tidak tersedia panci. Kalau apartemen lama, ada panci biasa dan panci <em>pressure cooker</em>.</div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/published/20200204-152502538-ios.jpg?1706094301" alt="Picture" style="width:auto;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>  <div class="paragraph">Tahun 2023 lalu, saya menambah koleksi <em>cast iron</em> saya dengan membeli <em>dutch oven </em>berenamel untuk dengan alasan untuk bikin nasi biryani ;) dan wajan 2 in 1 yang bisa dipakai sebagai wajan biasa atau <em>dutch oven</em>. Maksudnya beli yang 2 in 1 sebenarnya lebih untuk memanggang roti karena salah satu kegiatan favorit saya adalah bikin roti sendiri.<br /></div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/published/20230101-141712421-ios.jpg?1706094394" alt="Picture" style="width:auto;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>  <div class="paragraph">Satu lagi koleksi <em>cast iron cookware</em> saya yaitu <em>tortilla press</em>. Kalau ini dipakai untuk bikin salah satu makanan favorit saya yaitu taco. Beli alat ini sudah dari sekitar tahun 2018 tapi baru di tahun 2023 alat ini dipakai. Tapi kayaknya akan jadi lebih sering pakai alat ini karena saat ini saya lagi tertarik mempelajari cara membuat tortilla. We&rsquo;ll see&hellip;</div>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[2/52 Qutub Minar, Delhi]]></title><link><![CDATA[http://diaryofatraveler.weebly.com/my-stories/252-qutub-minar-delhi]]></link><comments><![CDATA[http://diaryofatraveler.weebly.com/my-stories/252-qutub-minar-delhi#comments]]></comments><pubDate>Sat, 13 Jan 2024 17:36:55 GMT</pubDate><category><![CDATA[52 of 2024]]></category><category><![CDATA[Delhi]]></category><category><![CDATA[India]]></category><guid isPermaLink="false">http://diaryofatraveler.weebly.com/my-stories/252-qutub-minar-delhi</guid><description><![CDATA[       Salah satu tempat favorit saya untuk dikunjungi dan tidak pernah bosan rasanya untuk pergi ke sana adalah Qutub Minar Complex. Kompleks yang merupakan salah satu UNESCO World Heritage Site ini berada di daerah Mehrauli, Delhi ini merupakan salah satu peninggalan Islam tertua di kota Delhi. Terdiri dari beberapa bangunan dan monumen antara lain adalah minaret yang biasa disebut Qutub Minar, reruntuhan Mesjid Quwwat-ul Islam, iron pillar, makam dan madrasah Ala-ud-din Khilji, dan beberapa m [...] ]]></description><content:encoded><![CDATA[<div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/published/dsc-0476-copy.jpeg?1705172326" alt="Picture" style="width:auto;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>  <div class="paragraph">Salah satu tempat favorit saya untuk dikunjungi dan tidak pernah bosan rasanya untuk pergi ke sana adalah Qutub Minar Complex. Kompleks yang merupakan salah satu UNESCO World Heritage Site ini berada di daerah Mehrauli, Delhi ini merupakan salah satu peninggalan Islam tertua di kota Delhi. Terdiri dari beberapa bangunan dan monumen antara lain adalah <em>minaret</em> yang biasa disebut Qutub Minar, reruntuhan Mesjid Quwwat-ul Islam, <em>iron pillar</em>, makam dan madrasah Ala-ud-din Khilji, dan beberapa makam lainnya.&nbsp;<br /><br />&#8203;Entah apa yang membuat tempat ini menarik untuk dikunjungi, tetapi saya selalu senang jika harus menemani sahabat dan keluarga berkunjung ke tempat ini. <em>Minaret</em> yang mulai dibangun sejak tahun 1199 selalu jadi pemandangan yang menyambut para turis yang datang. Tak cukup mengambil 1 foto, kalau bisa ratusan dari berbagai sudut. Menara setinggi 72,5 m terlihat menjulang menantang langit. Terbuat dari <em>red &amp; buff sandstone</em> yang diukir dengan kaligrafi dan terdiri dari 5 lantai. Diameter dasarnya berukuran 14,3 meter. Dan dahulunya berfungsi untuk mengumandangkan azan.</div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a href='http://diaryofatraveler.weebly.com/my-stories/category/52-of-2024' target='_blank'> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/52-of-2024-5_orig.jpg" alt="Picture" style="width:auto;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>  <div>  <!--BLOG_SUMMARY_END--></div>  <div class="paragraph">Untuk masuk ke tempat ini, turis asing akan dikenai biaya 550 INR. Jika membayar pakai kartu kredit atau kartu debit biasanya ada potongan harga jadi 500 INR. Turis lokal dan anggota SAARC hanya perlu membayar 35 INR, sementara anak-anak di bawah 15 tahun tidak dikenakan biaya baik turis lokal maupun asing. Loket tiket untuk turis asing dipisahkan dari turis lokal, sehingga kita tidak perlu berdesakan antri tiket :p Buka mulai buka jam 7 pagi dan tutup jam 9 malam. Tempat pembelian tiket berada di area parkiran di seberang Kompleks Qutub Minar. Setelah membayar tiket, kita akan dapat token plastik untuk masuk dan keluar dari kompleks ini. Untuk turis asing biasanya ada jalur khusus. Dan token tersebut harus disimpan dengan baik, karena kalau hilang, akan ada dendanya. Kalau tidak salah dendanya &plusmn;100 INR. Setelah pintu masuk biasanya ada pemeriksaan untuk barang bawaan.&nbsp;<br /><br />&#8203;Saran saat berkunjung ke situs bersejarah, sebaiknya tidak membawa barang macam-macam di dalam tas. Beberapa tempat tidak mengizinkan untuk membawa alat tulis. Cukup bawa identitas, dompet, botol minum pribadi/tumbler, payung, ponsel, dan kamera. Jadi jika membawa banyak barang, sebaiknya bawa satu tas kecil untuk dibawa saat masuk ke tempat yang kita kunjungi. Barang bawaan lainnya bisa ditinggal di kendaraan atau dititip di tempat penitipan barang. Beberapa lokasi memiliki tempat penitipan barang.<br /><br /></div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/editor/dsc-0560-copy.jpeg?1705172837" alt="Picture" style="width:454;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>  <div class="paragraph">Sejarah tempat ini sangat erat dengan sejarah masuknya Islam ke kota Delhi. Paling bagus memang sambil diceritakan oleh pemandu wisata. Dulu ada aplikasi di telepon pintar yang bagus sekali untuk situs-situs sejarah di India, tapi ketika dicek lagi, ternyata aplikasi itu sudah menghilang dari permukaan bumi :p. Tapi kalau datang tanpa pemandu pun, pengunjung bisa membaca cerita yang ada di sekitar bangunan. Karena sudah masuk UNESCO Heritage, petunjuk dan cerita ini sudah cukup bagus. Sediakan waktu sekitar 2 jam untuk mengunjungi tempat ini. Nikmati juga taman yang ada setelah melewati Alai Darwaza (salah satu pintu masuk ke Mesjid Quwwat-ul Islam).</div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/editor/dsc-0452-copy.jpeg?1705337226" alt="Picture" style="width:auto;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>  <div class="paragraph">Mulai dengan masuk menuju <em>Minaret</em>, kita akan melihat menara tinggi berusia hampir 900 tahun dan masih berdiri gagah. Semakin dekat, akan semakin terlihat keindahannya. <em>Sandstone</em> merah yang dengan ukiran kaligrafi dan ornamen yang indah, benar-benar tidak membosankan. Menara yang dulunya dipakai untuk memanggil orang untuk shalat selalu menarik untuk diamati. Tak terbayang bagaimana orang-orang di zaman itu membangun menara setinggi dan seindah itu. Dan tak terbayang seorang muazin harus naik dan turun menara setinggi 72,5 m ini 5 kali sehari. Hingga tahun 2000, pengunjung masih bisa naik sampai ke atas menara.</div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/editor/dsc-0456-copy.jpg?1705338074" alt="Picture" style="width:456;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/editor/dsc-0465-copy.jpg?1705338083" alt="Picture" style="width:454;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/editor/dsc-0466-copy.jpg?1705338091" alt="Picture" style="width:646;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/editor/dsc-0556-copy.jpeg?1705338464" alt="Picture" style="width:455;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/editor/dsc-0562-copy.jpeg?1705338488" alt="Picture" style="width:648;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>  <div class="paragraph">Dari menara, kita bisa mengarah ke Alai Darwaza (South Gate/Gerbang Selatan) atau masuk ke area mesjid atau mengarah ke madrasah.<br /><br />&#8203;Alai Darwaza seperti artinya adalah gerbang masuk mesjid yang berada di sisi selatan. Gerbang ini adalah satu-satunya gerbang yang selesai dibangun dari rencana 4 gerbang di setiap sisi mesjid. Gerbang ini berupa bangunan satu ruangan menggunakan <em>red sandstone</em> dan marmer putih dengan atap berkubah. Di gerbang ini bisa kita temukan juga ukiran kaligrafi dan ukiran lainnya seperti bunga-bunga. Pada jendela di ruangan ini terdapat kisi-kisi terbuat dari marmer. Keluar dari gerbang ini akan ditemukan taman yang luas dan jika datang di bulan Februari dan Maret, kita akan disambut dengan bunga-bunga yang indah. Tak jauh dari Alai Darwaza ada makam Imam Zamin. Selain itu kita juga bisa menuju Cupula, bangunan yang dibangun zaman penjajahan Inggris dan juga Sanderson&rsquo;s Sundial.</div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/editor/dsc-0498-copy.jpeg?1705337990" alt="Picture" style="width:646;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/editor/dsc-0569-copy.jpg?1705337999" alt="Picture" style="width:646;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/editor/dsc-0474-copy.jpeg?1705338009" alt="Picture" style="width:457;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/editor/dsc-0470-copy.jpeg?1705338017" alt="Picture" style="width:456;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/editor/dsc-0481-copy.jpeg?1705338101" alt="Picture" style="width:648;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/editor/dsc-0475-copy.jpeg?1705338218" alt="Picture" style="width:458;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/editor/dsc-0497-copy.jpeg?1705338224" alt="Picture" style="width:649;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/editor/dsc-0493-copy.jpeg?1705339082" alt="Picture" style="width:646;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/editor/dsc-0570-copy.jpeg?1705338298" alt="Picture" style="width:451;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/editor/dsc-0568-copy.jpeg?1705338313" alt="Picture" style="width:644;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>  <div class="paragraph">Mesjid Quwatt-ul Islam dibangun oleh Qutb ud-Din Aibak tahun 1193 Masehi. Bagian tengah mesjid berupa <em>courtyard</em> (halaman) yang dikelilingi oleh lorong berkolom di sisi timur, utara, dan selatan dan ruangan untuk shalat di sisi barat. Kolom-kolom di lorong terbuat dari <em>greystone</em> yang berasal dari reruntuhan kuil Jain dan Hindu. Sayangnya ruang shalat hanya tersisa reruntuhan saja tetapi masih bisa ditemukan kaligrafi &amp; ukiran bunga-bunga yang indah di sisa-sisa lengkungan dinding dan pilar. Di tengah halaman bisa ditemukan pilar besi dari zaman Chandragupta II yang dibuat sekitar tahun 402 Masehi. Di sisi barat mesjid ini bisa ditemukan makam Shams ud-Din Iltutmish.</div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/editor/dsc-0563-copy.jpeg?1705338636" alt="Picture" style="width:452;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/editor/dsc-0546-copy.jpeg?1705339096" alt="Picture" style="width:645;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/editor/dsc-0545-copy.jpeg?1705339106" alt="Picture" style="width:454;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/editor/dsc-0547-copy.jpeg?1705339114" alt="Picture" style="width:648;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/published/dsc-0550-copy.jpeg?1705417703" alt="Picture" style="width:646;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/editor/dsc-0522-copy.jpeg?1705339121" alt="Picture" style="width:643;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/editor/dsc-0515-copy.jpeg?1705339127" alt="Picture" style="width:643;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/editor/dsc-0520-copy.jpeg?1705339136" alt="Picture" style="width:452;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/editor/dsc-0531-copy.jpeg?1705339152" alt="Picture" style="width:450;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/editor/dsc-0523-copy.jpeg?1705339261" alt="Picture" style="width:645;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>  <div class="paragraph">Madrasah yang didirikan oleh Ala-ud-din Khilji dan juga makam beliau berada pada sisi barat daya Kompleks Qutub Minar. Bangunan madrasah memiliki bentuk seperti huruf L. Sebagian bangunan madrasah masih bisa dilihat dengan kondisi yang cukup baik. Sedangkan bangunan yang digunakan sebagai makam Ala-ud-din Khilji sudah mengalami kerusakan dan kehilangan kubahnya.</div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/editor/dsc-0502-copy.jpeg?1705339453" alt="Picture" style="width:637;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/editor/dsc-0513-copy.jpeg?1705341112" alt="Picture" style="width:646;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/editor/dsc-0504-copy.jpeg?1705341100" alt="Picture" style="width:640;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/editor/dsc-0508-copy.jpeg?1705341094" alt="Picture" style="width:454;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/editor/dsc-0516-copy.jpeg?1705340993" alt="Picture" style="width:648;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/editor/dsc-0514-copy.jpeg?1705339464" alt="Picture" style="width:457;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>  <div class="paragraph">Pada halaman di sisi utara mesjid terdapat Alai Minar Khalji yang belum selesai dibangun. Rencananya saat menara ini dibangun oleh Ala-ud-din Khilji akan lebih tinggi dari Qutub Minar. Tetapi pembangunannya terhenti setelah beliau meninggal.</div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/editor/dsc-0529-copy.jpeg?1705339481" alt="Picture" style="width:634;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>  <div class="paragraph">Kompleks ini dominan dengan reruntuhan. Hanya Qutub Minar dan sebagian madrasah yang masih berdiri utuh. Tetapi pemerintah berusaha untuk mengembalikan kondisi situs sebaik mungkin. Sisa-sisa kemegahan zaman dahulu masih bisa dilihat. Nikmati tempat ini dengan santai &amp; ambil foto hingga puas.</div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/editor/dsc-0537-copy.jpeg?1705339571" alt="Picture" style="width:643;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%">Foto diambil oleh Fina Tams</div> </div></div>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[1/52: Delhi, India]]></title><link><![CDATA[http://diaryofatraveler.weebly.com/my-stories/152-delhi-india]]></link><comments><![CDATA[http://diaryofatraveler.weebly.com/my-stories/152-delhi-india#comments]]></comments><pubDate>Sun, 07 Jan 2024 15:14:32 GMT</pubDate><category><![CDATA[52 of 2024]]></category><category><![CDATA[Delhi]]></category><category><![CDATA[India]]></category><category><![CDATA[Living Abroad]]></category><guid isPermaLink="false">http://diaryofatraveler.weebly.com/my-stories/152-delhi-india</guid><description><![CDATA[       Tidak pernah terpikir kalau saya akan tinggal di India. Mungkin hanya akan berkunjung di suatu waktu, tapi tidak terbayang akan tinggal dalam jangka waktu panjang di negara ini. Akhir tahun 2022 lalu menggenapi tahun kelima kami tinggal di India.Dua tahun sebelum kami memutuskan untuk pindah ke New Delhi, India, Wira sudah beberapa kali mendapatkan tawaran untuk bekerja di kantor di sini. Tapi tidak diambil karena bertepatan ketika dia sedang mendaftar untuk melanjutkan pendidikan. Ternya [...] ]]></description><content:encoded><![CDATA[<div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/editor/img-5279.jpg?1704643895" alt="Picture" style="width:516;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>  <div class="paragraph">Tidak pernah terpikir kalau saya akan tinggal di India. Mungkin hanya akan berkunjung di suatu waktu, tapi tidak terbayang akan tinggal dalam jangka waktu panjang di negara ini. Akhir tahun 2022 lalu menggenapi tahun kelima kami tinggal di India.<br /><br />Dua tahun sebelum kami memutuskan untuk pindah ke New Delhi, India, Wira sudah beberapa kali mendapatkan tawaran untuk bekerja di kantor di sini. Tapi tidak diambil karena bertepatan ketika dia sedang mendaftar untuk melanjutkan pendidikan. Ternyata belum rezekinya untuk sekolah lagi, sehingga saat ketiga kali ditawarkan untuk bekerja di India, kami putuskan untuk menerima tawaran ini. Dan di bulan Oktober 2018, Wira diterima kerja di India.</div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a href='http://diaryofatraveler.weebly.com/my-stories/category/52-of-2024' target='_blank'> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/52-of-2024-5_orig.jpg" alt="Picture" style="width:auto;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>  <div>  <!--BLOG_SUMMARY_END--></div>  <div class="paragraph">Awal Desember 2018, mengawali kepindahan kami ke kota ini. Kota yang menjadi rumah keempat kami setelah Jakarta, Berlin, dan Jenewa. Sebelum pindah, kami sudah mulai tanya-tanya kemungkinan untuk tempat tinggal. Untungnya kami mendapatkan info dari salah satu teman, bahwa ada apartemen yang dulunya disewa oleh orang Indonesia yang sedang ambil fellowship di Delhi sedang kosong sejak satu bulan sebelumnya. Kami mendapatkan kontak dari penghuni sebelumnya dan juga foto-foto apartemen tersebut. Kebetulannya lagi, apartemen ini ada di seberang rumah teman kami yang sudah tinggal di Delhi.<br /><br />Wira berangkat lebih dulu ke India karena saya masih harus menunggu surat-surat untuk membuat visa. Ketika sampai, Wira langsung janjian untuk bertemu dengan pemilik apartemen dan mengecek kondisi apartemen. Mencari tempat tinggal itu benar-benar butuh rasa cocok-cocokan. Alhamdulillah apartemen ini langsung cocok di hati. Kami langsung mencari orang untuk membantu membersihkan apartemen sebelum kami pindah ke sana. Sekitar 2 minggu, apartemen tersebut sudah bisa ditempati. Sementara visa saya beres menjelang akhir tahun dan saya berangkat di akhir tahun.</div>  <div class="paragraph">Kami tinggal di daerah tenggara kota Delhi. Satu area ini mungkin seperti satu kelurahan kalau di Jakarta. Satu area terdiri dari beberapa blok dan setiap blok terdiri dari beberapa rumah/apartemen. Jumlah rumah di satu blok tergantung di mana areanya.&nbsp;<br /><br />Tempat tinggal kami lebih cocok disebut apartemen dibandingkan rumah. Tapi jangan membayangkan apartemen seperti yang ada di Jakarta yang terdiri dari banyak lantai dan banyak gedung. Apartemen di sini lebih mirip rumah empat lantai, setiap lantai hanya ada satu apartemen. Luas apartemen tergantung luas tanahnya. Apartemen kami berukuran kurang lebih 100 m2 terdiri dari 3 kamar tidur dan 3 kamar mandi, ruang tamu yang terbuka dengan ruang makan, serta dapur. Apartemen yang lebih baru biasanya memiliki tempat parkir di lantai paling bawah dan juga ada lift selain tangga. Sedangkan bangunan yang lebih tua biasanya tidak ada tempat parkir, sehingga harus parkir di depan rumah. Apartemen yang kami sewa sudah lengkap dengan perabotan sehingga kami cukup membawa pakaian dan barang-barang seperlunya saja (yang makin lama makin banyak :p)<br /><br />Dua kamar di apartemen kami digunakan sebagai kamar tidur utama dan kamar tidur tamu/ruang menjahit. Satu kamar yang berukuran paling kecil, kami gunakan sebagai service area seperti menyimpan koper, tempat menjemur dan menyetrika pakaian, tempat menyimpan peralatan membersihkan rumah. Setiap ruangan di apartemen terdapat kipas angin, bahkan di kamar mandi sekalipun. Di setiap kamar, dapur, ruang makan, dan ruang tamu terdapat AC. Hal ini membuat saya terkejut karena saat saya sampai, Delhi sedang musim dingin tapi ketika sudah memasuki musim panas, kipas angin dan AC adalah barang yang sangat penting. Karena saat musim panas, suhunya bisa mencapai 50&deg;C. Tapi rumah di Delhi tidak didesain untuk musim dingin. Insulasi yang buruk membuat sulit menjaga suhu panas di dalam rumah. Sela-sela pintu dan jendela membuat udara dingin bisa masuk ke dalam rumah. Lantai marmer menambah suhu dingin di dalam rumah. Dan pemanas yang ada di rumah saat itu hanya pemanas kecil yang harus diletakkan di meja samping tempat tidur. Sehingga tempat favorit saya selama musim dingin pertama di Delhi adalah di kasur dalam selimut :p Musim dingin tahun kedua, kami sudah memiliki pemanas ruangan yang lebih baik.</div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/editor/hmoriginal-73733ed4-cabf-44bb-9a6d-842843934b6e.jpg?1704644106" alt="Picture" style="width:441;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>  <div class="paragraph">Setiap blok memiliki taman dengan berbagai ukuran. Blok tempat kami tinggal terletak tidak belakang rumah dan tidak terlalu besar, kalau dikelilingi tidak sampai 200 m. Tapi awal-awal tinggal di sini, saya tidak pernah mengunjungi taman ini. Di seberang apartemen kami juga ada taman blok yang lain, tetapi saya tidak pernah mengunjunginya. Dan sekitar 200 m dari apartemen kami ada sebuah taman yang lebih ramai dikunjungi orang-orang, baik yang jalan pagi/sore atau anak-anak yang bermain di taman. Taman yang berukuran agak besar biasanya terdapat permainan anak-anak seperti ayunan dan perosotan dan juga alat-alat untuk berolahraga.<br /><span></span></div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/editor/originalphoto-568984400-831692.jpg?1704644224" alt="Picture" style="width:447;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>  <div class="paragraph">Sekitar 500 m dari apartemen kami ini ada pasar yang cukup lengkap. Pasar ini bukan seperti pasar basah di Jakarta. Pasar ini lebih berupa kumpulan toko-toko antara lain toko kelontong, toko perabotan rumah tangga, toko barang-barang listrik, toko roti, restoran, tukang daging halal, dan masih banyak lagi. Sementara tukang sayur dan buah berdagang menggunakan gerobak dan mangkal di depan toko-toko lainnya. Setiap hari selasa ada pasar malam yang menjual lebih banyak hal lagi. Restoran Afghan favorit kami juga ada di pasar ini.<br /><span></span></div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/editor/img-5174.jpg?1704644427" alt="Picture" style="width:450;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>  <div class="paragraph">Tukang sayur dan buah juga ada yang berkeliling di sekitar perumahan. Selain itu beraneka tukang jasa juga sering lewat di sekitar perumahan. Tukang tanaman juga ada yang keliling. Jenis sayuran yang dijual oleh tukang sayur ini menyesuaikan kepada kebutuhan warga seperti tomat, wortel, onion merah, bawang putih, brokoli, bayam India, jahe, kunyit, kentang, lobak, daun mint, daun ketumbar, jeruk nipis, buncis, jagung, chickpea segar, kol, selada, dan dill. Sedangkan sayuran seperti kangkung, bayam, daun bawang, sereh, dan sayuran yang banyak ditemukan di Indonesia harus dibeli di pasar khusus seperti I.N.A. Market.<br /><span></span></div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/editor/originalphoto-568739181-1717.jpg?1704644417" alt="Picture" style="width:452;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>  <div class="paragraph">Bagaimana dengan makanan di India? Alhamdulillah kami tidak ada masalah dengan makanan di sini. Kami cukup cocok dengan garam masala. Yang kami kurang cocok adalah makanan pencuci mulut yang rasanya sangat manis. Dan di Delhi, tidak ada makanan yang berbahan sapi karena tidak boleh menyembelih sapi. Tapi kami masih bisa menemukan daging kerbau. Biasanya kalau kami mau membuat makanan yang berbahan daging sapi, biasanya kami mengganti dengan daging kerbau. Kebetulan lagi, penjual daging kerbau ini lokasinya tidak terlalu jauh dari rumah kami. Beberapa makanan kami stok dari Jakarta saat mudik.<br /><br />Kami tinggal di apartemen pertama selama 1,5 tahun sebelum akhirnya pindah ke apartemen yang sekarang. Bukan karena kami tidak betah tetapi karena pemilik apartemen akan menjual apartemen tersebut. Apartemen yang sekarang hanya sekitar 500 m dari apartemen yang pertama dan masih di area yang sama, hanya beda blok. Apartemen yang sekarang tidak selengkap apartemen pertama perabot dapurnya sehingga kami membeli beberapa tambahan seperti panci dan skillet stainless stell, panci kecil untuk memasak mie dan oven.<br /><br />Apakah kami betah di sini? Alhamdulillah kami cukup betah tinggal di New Delhi. Di luar polusi yang sangat parah saat musim dingin, klakson yang rasanya membuat sakit kepala, dan panas yang cukup ekstrim di musim panas, kami cukup bisa menikmati tinggal di Delhi. Kami juga usahakan untuk mengunjungi tempat-tempat wisata di Delhi dan wilayah India lainnya. Yang pasti, kami sangat menikmati taman-taman yang ada di sekitar rumah ataupun di sekitar Delhi. Kadang kami mencari taman baru yang belum pernah kami kunjungi. Taman adalah hal sulit ditemukan di Jakarta tapi cukup banyak wilayah Delhi. Bahkan depan apartemen kami sekarang ada sebuah taman yang cukup besar. Biasanya saya jalan pagi di taman ini. Jika bosan, sekitar seratus meter dari apartemen ada 2 taman lain yang cukup besar dan bisa dipakai jalan pagi/sore.<br /><br />Cerita jalan-jalan di India akan saya tulis di minggu-minggu berikutnya selama tahun ini dalam project 52 of 2024.</div>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Coming Back Home...]]></title><link><![CDATA[http://diaryofatraveler.weebly.com/my-stories/coming-back-home]]></link><comments><![CDATA[http://diaryofatraveler.weebly.com/my-stories/coming-back-home#comments]]></comments><pubDate>Fri, 10 Nov 2023 02:57:05 GMT</pubDate><category><![CDATA[Uncategorized]]></category><guid isPermaLink="false">http://diaryofatraveler.weebly.com/my-stories/coming-back-home</guid><description><![CDATA[Setelah mencoba peruntungan dengan pindah ke domain berbayar, akhirnya saya memutuskan untuk kembali ke asal. Pertama karena mendadak harga domain tersebut naik lebih dari 100%. Sementara website itu bukan untuk mencari uang.Kedua... sudah hampir 4 tahun punya domain baru tapi ternyata saya tidak seproduktif itu. Belum ada nulis apapun selama di India. Alasannya selalu belum mood :p Lebih banyak mengisi di Instagram untuk back up cerita sampai bisa saya tulis di sini.Jadi mudah-mudahan dalam wak [...] ]]></description><content:encoded><![CDATA[<div class="paragraph">Setelah mencoba peruntungan dengan pindah ke domain berbayar, akhirnya saya memutuskan untuk kembali ke asal. Pertama karena mendadak harga domain tersebut naik lebih dari 100%. Sementara website itu bukan untuk mencari uang.<br />Kedua... sudah hampir 4 tahun punya domain baru tapi ternyata saya tidak seproduktif itu. Belum ada nulis apapun selama di India. Alasannya selalu belum mood :p Lebih banyak mengisi di Instagram untuk <em>back up</em> cerita sampai bisa saya tulis di sini.<br /><br />Jadi mudah-mudahan dalam waktu dekat, blog ini mulai akan ada isinya lagi. Semangat...</div>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Migrasi]]></title><link><![CDATA[http://diaryofatraveler.weebly.com/my-stories/migrasi]]></link><comments><![CDATA[http://diaryofatraveler.weebly.com/my-stories/migrasi#comments]]></comments><pubDate>Fri, 14 Feb 2020 17:48:37 GMT</pubDate><category><![CDATA[Expression]]></category><guid isPermaLink="false">http://diaryofatraveler.weebly.com/my-stories/migrasi</guid><description><![CDATA[       Tahun 2020 dimulai dengan sesuatu yang baru... Blog ini migrasi ke diaryofatraveler.xyzSilakan mampir ke sana untuk cerita-cerita baru. Cerita lama juga akan dipindahkan ke sana sebagai back up...&#8203;Sampai jumpa di tempat baru :-* [...] ]]></description><content:encoded><![CDATA[<div><div class="wsite-image wsite-image-border-none " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0;margin-right:0;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/screen-shot-2020-02-14-at-23-08-38_orig.png" alt="Picture" style="width:auto;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>  <div class="paragraph">Tahun 2020 dimulai dengan sesuatu yang baru... Blog ini migrasi ke <a href="https://diaryofatraveler.xyz" target="_blank">diaryofatraveler.xyz<br /><br /></a>Silakan mampir ke sana untuk cerita-cerita baru. Cerita lama juga akan dipindahkan ke sana sebagai back up...<br /><br />&#8203;Sampai jumpa di tempat baru :-*<br /></div>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[17 Tahun yang Lalu]]></title><link><![CDATA[http://diaryofatraveler.weebly.com/my-stories/17-tahun-yang-lalu]]></link><comments><![CDATA[http://diaryofatraveler.weebly.com/my-stories/17-tahun-yang-lalu#comments]]></comments><pubDate>Mon, 25 Nov 2019 14:45:18 GMT</pubDate><category><![CDATA[Uncategorized]]></category><guid isPermaLink="false">http://diaryofatraveler.weebly.com/my-stories/17-tahun-yang-lalu</guid><description><![CDATA[       Hari ini, tujuh belas tahun yang lalu...&#8203;Penciptamu memanggilmu.Menghilangkan semua sakitmu setelah 4 hari terbaring di ICU.Meninggalkan kami di sini.Dua bulan menjelang kelulusanku menjadi dokter mengikuti jejakmu dan mama.Selesai sudah tugasmu di dunia ini.Berurai air mataku mengingatmu.Hanya doa yang bisa kutitipkan untukmu.I love you, Papa :-* [...] ]]></description><content:encoded><![CDATA[<div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/published/tia-miya-twin-father.jpg?1574695749" alt="Picture" style="width:auto;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>  <div class="paragraph">Hari ini, tujuh belas tahun yang lalu...<br />&#8203;Penciptamu memanggilmu.<br />Menghilangkan semua sakitmu setelah 4 hari terbaring di ICU.<br />Meninggalkan kami di sini.<br />Dua bulan menjelang kelulusanku menjadi dokter mengikuti jejakmu dan mama.<br />Selesai sudah tugasmu di dunia ini.<br />Berurai air mataku mengingatmu.<br />Hanya doa yang bisa kutitipkan untukmu.<br /><br />I love you, Papa :-*<br /><br /></div>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Singer 8280]]></title><link><![CDATA[http://diaryofatraveler.weebly.com/my-stories/singer-8280]]></link><comments><![CDATA[http://diaryofatraveler.weebly.com/my-stories/singer-8280#comments]]></comments><pubDate>Tue, 28 May 2019 16:17:06 GMT</pubDate><category><![CDATA[Review]]></category><category><![CDATA[Sewing]]></category><guid isPermaLink="false">http://diaryofatraveler.weebly.com/my-stories/singer-8280</guid><description><![CDATA[       Sekitar 1,5 bulan ini saya sibuk mengakrabkan diri dengan mesin jahit Singer 8280 yang saya miliki.Ketika pindah ke New Delhi, ternyata saya punya banyak waktu luang. Sehingga ketika saya sempat mudik di bulan Maret yang lalu, saya putuskan untuk membawa mesin jahit Singer 8280 ini ke New Delhi. Karena mesin jahit ini masih lengkap dengan kotaknya, proses membawanya jadi lebih mudah. Kotak mesin jahit saya selotip di semua bukaan dan ketika sampai bandara saya bungkus plastik dan minta di [...] ]]></description><content:encoded><![CDATA[<div><div class="wsite-image wsite-image-border-none " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0;margin-right:0;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/published/originalphoto-579685140-780105.jpg?1559131227" alt="Picture" style="width:420;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>  <div class="paragraph">Sekitar 1,5 bulan ini saya sibuk mengakrabkan diri dengan mesin jahit Singer 8280 yang saya miliki.<br /><br />Ketika pindah ke New Delhi, ternyata saya punya banyak waktu luang. Sehingga ketika saya sempat mudik di bulan Maret yang lalu, saya putuskan untuk membawa mesin jahit Singer 8280 ini ke New Delhi. Karena mesin jahit ini masih lengkap dengan kotaknya, proses membawanya jadi lebih mudah. Kotak mesin jahit saya selotip di semua bukaan dan ketika sampai bandara saya bungkus plastik dan minta dipasang label <em>"fragile"</em>. Walaupun pada kenyataannya pas saya ambil bagasi, labelnya gak dipasang sama petugas <em>check-in counter</em> di Jakarta. #tepokjidat Alhamdulillah mesin jahitnya aman sampai di New Delhi.&nbsp;<br /></div>  <div>  <!--BLOG_SUMMARY_END--></div>  <div class="paragraph"><span>Mesin jahit ini saya beli tahun 2011 di Jerman ketika saya harus tinggal di Jenewa. Awalnya mesin ini saya beli ketika saya lagi sering-seringnya membuat baju boneka Barbie. Walaupun pada akhirnya sampai pada kesimpulan kalau baju Barbie lebih enak dijahit tangan. Sempat jadi beberapa baju barbie ketika itu.</span><br /><br /><span>Setelah itu, mesin ini sempat dititip di rumah teman di Bonn dan akhirnya baru dibawa oleh teman saya itu ketika dia pindahan kembali ke Jakarta di awal tahun 2015. Dan sejak saat itu, penggunaan mesin ini sangat terbatas karena saya lebih senang menggunakan mesin jahit Singer mama yang sudah jadul tapi enak banget dipakainya. Mesin ini saya pakai ketika saya harus menginap di Rawamangun dan orderan&nbsp;</span><em>mesh bag</em><span>&nbsp;sedang banyak.</span><br /><br /><span>Kenapa mesin ini yang saya pilih ketika itu? Alasan pertamanya adalah karena harganya di bawah 100 Euro karena sedang ada potongan harga, sesuai dengan budget yang saya miliki saat itu. Mesin ini saya beli di Amazon.com. Kalau di Toko Aneka Mesin Jahit yang berada di Jalan Pangeran Jayakarta, mesin ini termasuk kategori C. Sementara Janome SUV 1122 yang pernah saya tulis sebelumnya masuk kategori C+.</span><br /></div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-none " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0;margin-right:0;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/published/originalphoto-580820188-04665.jpg?1559131835" alt="Picture" style="width:425;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>  <div class="paragraph"><span>Apa saja yang ada di dalam kotaknya ketika membeli mesin ini? Selain mesin jahit &amp; pedal pengatur (</span><em>foot controller</em><span>), kita juga akan mendapatkan: sepatu zig-zag (</span><em>all purpose foot</em><span>), sepatu resleting (</span><em>zipper foot</em><span>), sepatu lubang kancing (</span><em>buttonhole foot</em><span>), sepatu pasang kancing (</span><em>button sewing foot</em><span>), L-screwdriver,&nbsp;</span><em>seam reaper</em><span>/sikat, minyak mesin jahit, 1 bungkus jarum + 1 yang sudah terpasang di mesin,&nbsp;</span><em>seam guide</em><span>,&nbsp;</span><em>darning plate</em><span>,&nbsp;</span><em>spool holder</em><span>, 3 buah anak sekoci plastik (</span><em>bobbin</em><span>), dan sekoci. Semua benda-benda ini berada dalam kotak aksesoris yang juga berfungsi sebagai meja mesin jahit.</span><br /><br /><span>Pertama kali saya pakai mesin ini, terasa berbeda dengan mesin jahit Singer jadul mama. Pedal pengatur (</span><em>foot controller</em><span>) mesin jadul itu sudah empuk sekali sehingga diinjak sedikit saja, mesin sudah bergerak. Sementara pedal pengatur mesin ini terasa cukup keras dan saya masih harus beradaptasi. Setelah saya pakai 1,5 bulan ini, saya sudah dapat mengendalikan mesin ini dengan cukup baik. Pedal pengatur yang agak keras membuat mesin ini rasanya seperti tersendat-sendat.&nbsp;</span><br /><br /><span>Sebelum dibawa ke India, mesin ini sempat saya servis satu kali karena tiba-tiba benangnya tidak tersangkut dengan benang di sekoci. Setelah saya coba utak-atik sendiri berdasarkan info dari YouTube dan tidak berhasil, akhirnya saya panggil Pak Ohan. Setelah itu mesin ini sudah berfungsi kembali dengan baik.</span><br /><br /><span>Mesin ini cocok untuk pemula karena pilihan jenis jahitannya cukup sederhana. Tidak terlalu banyak macamnya tetapi semua cukup berguna. Untuk membuat lubang kancing melalui 4 langkah. Bisa digunakan untuk bahan yang tipis sampai tebal seperti jeans.</span><br /><br /><span>Perawatannya cukup mudah, cukup memberi minyak pada bagian dalam tempat sekoci (lihat buku petunjuk). Mesin ini tidak seperti mesin lama yang mesti diberi minyak di banyak tempat. Dari hasil baca-baca, jika mesin dipakai setiap hari, sebaiknya mesin diberikan minyak setiap minggu. Apabila penggunaan seminggu sekali, minyak diberikan setiap sebulan sekali. Sedangkan jika digunakan sebulan sekali, mesin diberi minyak setiap 3 bulan sekali. Selain pemberian minyak, debu-debu serat kain dan benang perlu dibersihkan berkala. Membersihkannya bisa dengan membuka bagian&nbsp;</span><em>needle plate</em><span>,&nbsp;</span><em>feed dog</em><span>, dan&nbsp;</span><em>hook</em><span>&nbsp;(lihat buku petunjuk) lalu disikat dengan sikat yang sudah disediakan atau sikat lain yang didedikasikan untuk mesin jahit.</span><br /><br /><span>Selama pemakaian intensif 1,5 bulan (dipakai selama sekitar 8&ndash;9 jam/hari), mesin ini sempat mendadak ngambek tidak mau memberikan jahitan seperti semenit yang lalu. Benang bagian atas seperti tidak ada tahanan karena cenderung longgar di bagian bawah jahitan. Rasanya sudah mau menangis dan ingin telepon Pak Ohan tukang servis mesin jahit langganan. Tapi karena jauh, terpaksa saya nonton YouTube yang banyak dan mencoba membongkar mesin sendiri (sambil was-was takut tidak bisa memasang kembali bagian-bagian yang dilepas). Akhirnya masalahnya ditemukan yaitu ada potongan benang yang tersangkut di&nbsp;</span><em>tension disc</em><span>. Butuh 3,5 jam untuk memecahkan masalah kecil itu tapi hati senang karena mesin kembali berfungsi dengan baik dan tidak perlu dibongkar total :p<br /><br />Sekarang sih cinta banget lah sama Singer ini. Saya sudah mulai mengenali wataknya.</span></div>  <div><div class="wsite-multicol"><div class="wsite-multicol-table-wrap" style="margin:0 -0px;"> 	<table class="wsite-multicol-table"> 		<tbody class="wsite-multicol-tbody"> 			<tr class="wsite-multicol-tr"> 				<td class="wsite-multicol-col" style="width:44.701583434836%; padding:0 0px;"> 					 						  <div class="wsite-spacer" style="height:10px;"></div>   					 				</td>				<td class="wsite-multicol-col" style="width:55.298416565164%; padding:0 0px;"> 					 						  <div class="wsite-spacer" style="height:10px;"></div>   					 				</td>			</tr> 		</tbody> 	</table> </div></div></div>  <div><div class="wsite-multicol"><div class="wsite-multicol-table-wrap" style="margin:0 -15px;"> 	<table class="wsite-multicol-table"> 		<tbody class="wsite-multicol-tbody"> 			<tr class="wsite-multicol-tr"> 				<td class="wsite-multicol-col" style="width:44.2143727162%; padding:0 15px;"> 					 						  <div class="wsite-spacer" style="height:10px;"></div>   					 				</td>				<td class="wsite-multicol-col" style="width:55.7856272838%; padding:0 15px;"> 					 						  <div class="wsite-spacer" style="height:10px;"></div>   					 				</td>			</tr> 		</tbody> 	</table> </div></div></div>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Berpuasa di New Delhi]]></title><link><![CDATA[http://diaryofatraveler.weebly.com/my-stories/berpuasa-di-new-delhi]]></link><comments><![CDATA[http://diaryofatraveler.weebly.com/my-stories/berpuasa-di-new-delhi#comments]]></comments><pubDate>Tue, 28 May 2019 07:57:23 GMT</pubDate><category><![CDATA[Experience]]></category><category><![CDATA[Living Abroad]]></category><category><![CDATA[ramadhan]]></category><guid isPermaLink="false">http://diaryofatraveler.weebly.com/my-stories/berpuasa-di-new-delhi</guid><description><![CDATA[Tahun ini kami menambah pengalaman berpuasa di negeri orang. Yupp... karena domisili sementara di New Delhi, maka saya dan Wira kali ini menjalani puasa Ramadhan di sini.&nbsp;Puasa kali ini jatuh di musim semi. Di awal Ramadhan kami berpuasa dari pukul 4.10 sampai dengan pukul 19.00. Tetapi waktu bergeser setiap hari sekitar 1 menit. Satu menit lebih cepat untuk waktu subuh dan satu menit lebih lambat untuk waktu maghrib. Saat tulisan ini ditayangkan, kami berpuasa dari pukul 3.53 hingga 19.13. [...] ]]></description><content:encoded><![CDATA[<div class="paragraph">Tahun ini kami menambah pengalaman berpuasa di negeri orang. Yupp... karena domisili sementara di New Delhi, maka saya dan Wira kali ini menjalani puasa Ramadhan di sini.&nbsp;<br /><br />Puasa kali ini jatuh di musim semi. Di awal Ramadhan kami berpuasa dari pukul 4.10 sampai dengan pukul 19.00. Tetapi waktu bergeser setiap hari sekitar 1 menit. Satu menit lebih cepat untuk waktu subuh dan satu menit lebih lambat untuk waktu maghrib. Saat tulisan ini ditayangkan, kami berpuasa dari pukul 3.53 hingga 19.13. Tapi lebih pol lagi lama puasanya waktu kami berpuasa di Berlin saat sedang ada seminar tahun 2015. Ketika itu kami berpuasa di pertengahan bulan Juni hingga awal Juli sehingga kami berpuasa sekitar 19 jam. Subuh sekitar jam 2.30 sampai Maghrib sekitar pukul 21.30.<br /><br />Berbeda dengan musim semi di Eropa yang suhu udaranya masih cukup sejuk, suhu di New Delhi sudah mencapai 40 derajat Celsius. Bahkan prakiraan cuaca meramalkan suhu akan mencapai 45 derajat Celsius di akhir minggu ini. Sehingga puasa kali ini terasa cukup berat buat saya kalau harus keluar rumah tengah hari bolong. <span>Karena di luar rumah panasnya luar biasa, saya mengandalkan tukang sayur yang lewat depan rumah untuk berbelanja sayur. Tak sanggup rasanya pergi ke pasar untuk berbelanja. Pergi ke depan rumah saja rasanya sudah menghabiskan stok air di dalam tubuh saya. :p #lebai&nbsp;</span>Bahkan ada beberapa hari saya merasa super duper lemas saat berpuasa walaupun saya tidak main panas-panasan di luar. Rasanya tidak sanggup duduk tegak di depan mesin jahit setelah jam menunjukkan pukul 16. Tapi karena jahitan masih banyak, mau tidak mau saya tetap bekerja sampai jam 17.30 lalu siap-siap memasak makanan untuk berbuka. Alhamdulillah itu hanya terjadi selama 4 hari, setelah itu saya sudah merasa bugar kembali.&nbsp;<br /><br /><a href="http://diaryofatraveler.weebly.com/my-stories/pengalaman-berpuasa-di-luar-indonesia" target="_blank">Berbeda dengan saat berpuasa di Khon Kaen</a>, disini saya memasak makanan untuk berbuka dan sahur hampir setiap hari. Kenapa hampir, karena ada kalanya saya hanya menghangatkan dendeng atau rendang yang sudah tersimpan rapi di freezer atau kadang kami membeli makanan untuk berbuka dan sahur. Kebetulan dapat lungsuran bumbu-bumbu siap pakai, jadi memasak lebih mudah.&nbsp;<br /><br />Selain itu, biasanya pada hari Sabtu, kami pergi berbuka di KBRI. Ya, KBRI di New Delhi mengadakan acara buka puasa bersama setiap hari Sabtu untuk staf dan masyarakat Indonesia yang tinggal di India. Lumayan bisa makan makanan Indonesia yang nikmat tanpa saya harus repot memasak :p<br /><br />Jika ada kesempatan, ingin juga saya melihat bagaimana penduduk muslim disini siap-siap buka puasa. Apakah ada yang berjualan makanan yang seperti kita di Indonesia.</div>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Quote of the Day]]></title><link><![CDATA[http://diaryofatraveler.weebly.com/my-stories/quote-of-the-day3147141]]></link><comments><![CDATA[http://diaryofatraveler.weebly.com/my-stories/quote-of-the-day3147141#comments]]></comments><pubDate>Sat, 25 May 2019 17:00:00 GMT</pubDate><category><![CDATA[quote]]></category><guid isPermaLink="false">http://diaryofatraveler.weebly.com/my-stories/quote-of-the-day3147141</guid><description><![CDATA["Family is home and I don't mean just a roof over your head. I mean is the feeling that you know that someone cares about you, truly cares. Is knowing that you save no matter what you say or no matter what you do. You belong to someone and they belong to you."~Code Black S03E03~ [...] ]]></description><content:encoded><![CDATA[<blockquote style="text-align:center;">"Family is home and I don't mean just a roof over your head. I mean is the feeling that you know that someone cares about you, truly cares. Is knowing that you save no matter what you say or no matter what you do. You belong to someone and they belong to you."<br />~Code Black S03E03~</blockquote>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Quote of the Day]]></title><link><![CDATA[http://diaryofatraveler.weebly.com/my-stories/quote-of-the-day7492168]]></link><comments><![CDATA[http://diaryofatraveler.weebly.com/my-stories/quote-of-the-day7492168#comments]]></comments><pubDate>Thu, 11 Apr 2019 17:00:00 GMT</pubDate><category><![CDATA[quote]]></category><guid isPermaLink="false">http://diaryofatraveler.weebly.com/my-stories/quote-of-the-day7492168</guid><description><![CDATA["The funny thing about hope. When she gets into your blood, she never leaves you."~NCIS S16E19~ [...] ]]></description><content:encoded><![CDATA[<blockquote style="text-align:center;">"The funny thing about hope. When she gets into your blood, she never leaves you."<br />~NCIS S16E19~<br /></blockquote>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Keep on Fighting]]></title><link><![CDATA[http://diaryofatraveler.weebly.com/my-stories/keep-on-fighting]]></link><comments><![CDATA[http://diaryofatraveler.weebly.com/my-stories/keep-on-fighting#comments]]></comments><pubDate>Sun, 24 Mar 2019 17:00:00 GMT</pubDate><category><![CDATA[Expression]]></category><category><![CDATA[Friends]]></category><category><![CDATA[reflection]]></category><guid isPermaLink="false">http://diaryofatraveler.weebly.com/my-stories/keep-on-fighting</guid><description><![CDATA[       FIGHT SONGRachel PlattenLike a small boatOn the oceanSending big wavesInto motionLike how a single wordCan make a heart openI might only have one matchBut I can make an explosionAnd all those things I didn't sayWrecking balls inside my brainI will scream them loud tonightCan you hear my voice this time?This is my fight songTake back my life songProve I'm alright songMy power's turned onStarting right now I'll be strongI'll play my fight songAnd I don't really care if nobody else believes' [...] ]]></description><content:encoded><![CDATA[<div class="wsite-youtube" style="margin-bottom:10px;margin-top:10px;"><div class="wsite-youtube-wrapper wsite-youtube-size-auto wsite-youtube-align-center"> <div class="wsite-youtube-container">  <iframe src="//www.youtube.com/embed/xo1VInw-SKc?wmode=opaque" frameborder="0" allowfullscreen></iframe> </div> </div></div>  <div class="paragraph"><font color="#515151"><strong>FIGHT SONG</strong><br /><span>Rachel Platten</span><br /><span><br />Like a small boat</span><br /><span>On the ocean</span><br /><span>Sending big waves</span><br /><span>Into motion</span><br /><span>Like how a single word</span><br /><span>Can make a heart open</span><br /><span>I might only have one match</span><br /><span>But I can make an explosion</span><br /><span><br />And all those things I didn't say</span><br /><span>Wrecking balls inside my brain</span><br /><span>I will scream them loud tonight</span><br /><span>Can you hear my voice this time?</span><br /><span><br />This is my fight song</span><br /><span>Take back my life song</span><br /><span>Prove I'm alright song</span><br /><span>My power's turned on</span><br /><span>Starting right now I'll be strong</span><br /><span>I'll play my fight song</span><br /><span>And I don't really care if nobody else believes</span><br /><span>'Cause I've still got a lot of fight left in me</span><br /><span><br />Losing friends and I'm chasing sleep</span><br /><span>Everybody's worried about me</span><br /><span>In too deep</span><br /><span>Say I'm in too deep (in too deep)</span><br /><span>And it's been two years I miss my home</span><br /><span>But there's a fire burning in my bones</span><br /><span>Still believe</span><br /><span>Yeah, I still believe</span><br /><span><br />And all those things I didn't say</span><br /><span>Wrecking balls inside my brain</span><br /><span>I will scream them loud tonight</span><br /><span>Can you hear my voice this time?</span><br /><br /><span></span>This is my fight song<br />Take back my life song<br />Prove I'm alright song<br />My power's turned on<br />Starting right now I'll be strong<br />I'll play my fight song<br />And I don't really care if nobody else believes<br />'Cause I've still got a lot of fight left in me<br /><br /><span></span>A lot of fight left in me<br /><br />Like a small boat<br />On the ocean<br />Sending big waves<br />Into motion<br />Like how a single word<br />Can make a heart open<br />I might only have one match<br />But I can make an explosion<br /><br />This is my fight song<br />Take back my life song<br />Prove I'm alright song<br />My power's turned on<br />Starting right now I'll be strong (I'll be strong)<br />I'll play my fight song<br />And I don't really care if nobody else believes<br />'Cause I've still got a lot of fight left in me<br /><br />Know I've still got a lot of fight left in me<br /><br />Songwriters: Dave Bassett / Rachel Platten<br />Fight Song lyrics &copy; Sony/ATV Music Publishing LLC</font><br /><br /><br /><br /><br /><br /><br /><br /><br /><br /><br /><br /><br /><br /><br /><br /><br /><br /><br /><br /><br /><br /><br /><br /><br /><br /><span></span></div>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[New Year, New Explore]]></title><link><![CDATA[http://diaryofatraveler.weebly.com/my-stories/new-year-new-explore]]></link><comments><![CDATA[http://diaryofatraveler.weebly.com/my-stories/new-year-new-explore#comments]]></comments><pubDate>Mon, 07 Jan 2019 04:45:56 GMT</pubDate><category><![CDATA[Delhi]]></category><category><![CDATA[India]]></category><category><![CDATA[Living Abroad]]></category><guid isPermaLink="false">http://diaryofatraveler.weebly.com/my-stories/new-year-new-explore</guid><description><![CDATA[       HAPPY NEW YEAR 2019...It's been a while since I write in this blog. Since I have plenty of time in my hand, then I'll try to write some things in here.As the title said, it's time for new explores this year.&nbsp;Wira had a new job and we have to move to New Delhi, India, for this new job. So here I am living my new life in New Delhi.&nbsp;Wait for new things I experienced in here... I feel excited yet scared at the same time :) [...] ]]></description><content:encoded><![CDATA[<div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick wsite-image-border-black" style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/published/screen-shot-2019-01-07-at-10-09-39.png?1546837964" alt="Picture" style="width:auto;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>  <div class="paragraph">HAPPY NEW YEAR 2019...<br /><br />It's been a while since I write in this blog. Since I have plenty of time in my hand, then I'll try to write some things in here.<br /><br />As the title said, it's time for new explores this year.&nbsp;Wira had a new job and we have to move to New Delhi, India, for this new job. So here I am living my new life in New Delhi.&nbsp;<br /><br />Wait for new things I experienced in here... I feel excited yet scared at the same time :)<br /></div>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Yogurt (7)]]></title><link><![CDATA[http://diaryofatraveler.weebly.com/my-stories/yogurt-7]]></link><comments><![CDATA[http://diaryofatraveler.weebly.com/my-stories/yogurt-7#comments]]></comments><pubDate>Tue, 31 Jul 2018 17:00:00 GMT</pubDate><category><![CDATA[Yogurt]]></category><guid isPermaLink="false">http://diaryofatraveler.weebly.com/my-stories/yogurt-7</guid><description><![CDATA[       Gak afdol kalo biang percobaan terakhir tidak diuji coba. Apakah bisa jadi biang atau harus beli lacto B baru sebagai biang.Bahan:2 kotak Susu&nbsp;Cimory 950 ml pasturized200 ml Biang percobaan keenam2 botol jar IKEA K&ouml;rken 1 L2 botol jar IKEA K&ouml;rken 100 ml4 botol IKEA K&ouml;rken 500 mlCara Pembuatan:Keluarkan yogurt yang akan digunakan sebagai biang yogurt dari kulkas hingga mencapai suhu ruangan untuk mengaktifkan bakterinya.Susu dipanaskan hingga mencapai suhu 93 derajat Ce [...] ]]></description><content:encoded><![CDATA[<div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick wsite-image-border-black" style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/published/yogurt-7.jpg?1547108742" alt="Picture" style="width:362;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>  <div class="paragraph">Gak afdol kalo biang percobaan terakhir tidak diuji coba. Apakah bisa jadi biang atau harus beli lacto B baru sebagai biang.<br /><br />Bahan:<br /><ul><li>2 kotak Susu&nbsp;Cimory 950 ml pasturized</li><li>200 ml Biang percobaan keenam</li><li>2 botol jar IKEA K&ouml;rken 1 L</li><li>2 botol jar IKEA K&ouml;rken 100 ml</li><li>4 botol IKEA K&ouml;rken 500 ml</li></ul><br /><span>Cara Pembuatan:</span><br /><br /><span></span><ul><li>Keluarkan yogurt yang akan digunakan sebagai biang yogurt dari kulkas hingga mencapai suhu ruangan untuk mengaktifkan bakterinya.</li><li>Susu dipanaskan hingga mencapai suhu 93 derajat Celsius lalu didinginkan hingga suhu mencapai 44&ndash;46 derajat Celsius.&nbsp;</li><li>Encerkan biang dengan sedikit susu yang sudah mendingin untuk memudahkan ketika melarutkan biang saat pencampuran dengan susu.</li><li>Masukkan biang yang sudah diencerkan ke dalam susu yang sudah mulai mendingin, lalu aduk rata.</li><li>Pindahkan susu ke dalam tempat yang tertutup, bungkus dengan kain lap, dan simpan dalam&nbsp;<em>cooler box</em>&nbsp;atau kotak styrofoam + air panas 2 botol disetiap kotak.</li><li>Kali ini&nbsp;yogurt disimpan selama 18 jam.</li><li>Biang untuk percobaan berikutnya dibuat dalam tempat yang lebih kecil dan diberi label.</li></ul><br /><br /><span></span>Hasil:<br /><span></span>Yogurt yang dihasilkan mirip dengan percobaan keenam. Rasa asam yang berbeda dibandingkan percobaan yogurt yang lain&nbsp;juga masih terasa. Mungkin efek dari vitamin C yang ada didalam lacto B (?)<br /><span></span></div>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Quote of the Day]]></title><link><![CDATA[http://diaryofatraveler.weebly.com/my-stories/quote-of-the-day3349270]]></link><comments><![CDATA[http://diaryofatraveler.weebly.com/my-stories/quote-of-the-day3349270#comments]]></comments><pubDate>Sat, 24 Mar 2018 06:10:20 GMT</pubDate><category><![CDATA[quote]]></category><guid isPermaLink="false">http://diaryofatraveler.weebly.com/my-stories/quote-of-the-day3349270</guid><description><![CDATA["Remember, we are our own griefs, we are our own happiness and we are our own remedies."~Huseyn Raza on Letter to Abigail (Criminal Minds S13E7 - Dust and Bones)~ [...] ]]></description><content:encoded><![CDATA[<blockquote style="text-align:center;">"Remember, we are our own griefs, we are our own happiness and we are our own remedies."<br />~Huseyn Raza on Letter to Abigail (Criminal Minds S13E7 - Dust and Bones)~</blockquote>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Yogurt (6)]]></title><link><![CDATA[http://diaryofatraveler.weebly.com/my-stories/yogurt-6]]></link><comments><![CDATA[http://diaryofatraveler.weebly.com/my-stories/yogurt-6#comments]]></comments><pubDate>Thu, 01 Mar 2018 17:00:00 GMT</pubDate><category><![CDATA[Yogurt]]></category><guid isPermaLink="false">http://diaryofatraveler.weebly.com/my-stories/yogurt-6</guid><description><![CDATA[ 	 		 			 				 					 						      Hasil jam ke-8    					 								 					 						      Hasil jam ke-12    					 							 		 	    	 		 			 				 					 						      Hasil jam ke-20 (botol 1)    					 								 					 						      Hasil jam ke-20 (botol 2)    					 							 		 	   Masih penasaran dengan urusan pembuatan si yogurt. Dan masih pantang menyerah&nbsp;&#129322;Kali ini dapat ilmu baru dari seorang teman yang sharing cerita kalau dia baru bikin yogurt dengan biangnya menggunakan lacto B. Jadi saya  [...] ]]></description><content:encoded><![CDATA[<div><div class="wsite-multicol"><div class="wsite-multicol-table-wrap" style="margin:0 -15px;"> 	<table class="wsite-multicol-table"> 		<tbody class="wsite-multicol-tbody"> 			<tr class="wsite-multicol-tr"> 				<td class="wsite-multicol-col" style="width:50%; padding:0 15px;"> 					 						  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick wsite-image-border-black" style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/yogurt-6-1_orig.jpeg" alt="Picture" style="width:auto;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%">Hasil jam ke-8</div> </div></div>   					 				</td>				<td class="wsite-multicol-col" style="width:50%; padding:0 15px;"> 					 						  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick wsite-image-border-black" style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/yogurt-6-2_orig.jpeg" alt="Picture" style="width:auto;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%">Hasil jam ke-12</div> </div></div>   					 				</td>			</tr> 		</tbody> 	</table> </div></div></div>  <div><div class="wsite-multicol"><div class="wsite-multicol-table-wrap" style="margin:0 -15px;"> 	<table class="wsite-multicol-table"> 		<tbody class="wsite-multicol-tbody"> 			<tr class="wsite-multicol-tr"> 				<td class="wsite-multicol-col" style="width:50%; padding:0 15px;"> 					 						  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick wsite-image-border-black" style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/yogurt-6-3_orig.jpg" alt="Picture" style="width:auto;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%">Hasil jam ke-20 (botol 1)</div> </div></div>   					 				</td>				<td class="wsite-multicol-col" style="width:50%; padding:0 15px;"> 					 						  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick wsite-image-border-black" style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/yogurt-6-4_orig.jpg" alt="Picture" style="width:auto;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%">Hasil jam ke-20 (botol 2)</div> </div></div>   					 				</td>			</tr> 		</tbody> 	</table> </div></div></div>  <div class="paragraph">Masih penasaran dengan urusan pembuatan si yogurt. Dan masih pantang menyerah&nbsp;<span style="background-color: transparent;">&#129322;<br /><br />Kali ini dapat ilmu baru dari seorang teman yang sharing cerita kalau dia baru bikin yogurt dengan biangnya menggunakan lacto B. Jadi saya pun ingin mencoba membandingkan dengan hasil-hasil yogurt sebelumnya. Jadilah saya pesan 2 bungkus lacto B sama Wira.&nbsp;<br /><br />Yogurt dengan biang lacto B mempunyai tesktur dan rasa yang agak berbeda dibandingkan dengan menggunakan biang dari produk yogurt di pasaran.&nbsp;<br /><br /></span><span>Bahan:</span><ul><li>2 L susu Greenfield pasteurized&nbsp;</li><li>2 bungkus lacto B</li><li>2 botol jar IKEA K&ouml;rken 1 L</li><li>2 botol jar IKEA K&ouml;rken 100 ml</li><li>4 botol IKEA K&ouml;rken 500 ml</li></ul><br /><span>Cara Pembuatan:</span><br /><ul><li>Susu dipanaskan hingga mencapai suhu 93 derajat Celsius lalu didinginkan hingga suhu mencapai 44&ndash;46 derajat Celsius.&nbsp;</li><li>Lacto B diencerkan&nbsp;dengan sedikit susu yang sudah mendingin untuk memudahkan pelarutan biang saat dicampur&nbsp;dengan susu.</li><li>Masukkan biang yang sudah diencerkan ke dalam susu yang sudah mulai mendingin, lalu aduk rata.</li><li>Pindahkan susu ke dalam tempat yang tertutup, bungkus dengan kain lap, dan simpan dalam&nbsp;<em>cooler box</em>&nbsp;atau kotak styrofoam + air panas 2 botol disetiap kotak.</li><li>Kali ini&nbsp;yogurt disimpan selama 8 jam dan dicek lalu dilanjutkan sampai&nbsp;12 jam, dan kemudian diputuskan untuk dilanjutkan hingga&nbsp;20 jam.</li><li>Biang untuk percobaan berikutnya dibuat dalam tempat yang lebih kecil.</li></ul><br />Hasil:<br /><ul><li>Jam ke-8: Hasilnya bagus tetapi masih kurang padat. Tidak seencer percobaan pertama, tapi tidak sepadat percobaan ketiga. Diputuskan untuk melanjutkan penyimpanan hingga 12 jam.</li><li>Jam ke-12: Hasil pengecekan tidak didapatkan perubahan bermakna dari tekstur. Karena masih mengharapkan menjadi lebih padat, penyimpanan dilakukan hingga jam&nbsp;8 pagi keesokan hari atau sekitar 20 jam dari pembuatan.</li><li>Jam ke-20: Tetap tidak ada perubahan konsistensi. Rasa asam + dan, lebih terasa dan agak berbeda jika dibandingkan percobaan yg lain. Rasanya agak mirip dadih (yogurt susu kerbau khas Sumatera Barat).&nbsp;Tekstur lebih ringan di mulut dibandingkan dengan yogurt yang lain.</li></ul></div>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Yogurt (5)]]></title><link><![CDATA[http://diaryofatraveler.weebly.com/my-stories/yogurt-5]]></link><comments><![CDATA[http://diaryofatraveler.weebly.com/my-stories/yogurt-5#comments]]></comments><pubDate>Mon, 01 Jan 2018 17:00:00 GMT</pubDate><category><![CDATA[Yogurt]]></category><guid isPermaLink="false">http://diaryofatraveler.weebly.com/my-stories/yogurt-5</guid><description><![CDATA[ 	 		 			 				 					 						      Yogurt hasil biang percobaan keempat    					 								 					 						      Yogurt hasil biang dari Rory    					 							 		 	   Masih jauh dari rasa puas untuk percobaan membuat yogurt ini. Maka dibuatlah percobaan kelima. Percobaan ini akan menggunakan dua biang yang berbeda. Satu menggunakan biang dari percobaan keempat dan satu lagi akan menggunakan biang yang dibawakan seorang teman dari Surabaya.Bahan:2 L susu Greenfield pasteurized&nbsp;100 ml yogurt percobaa [...] ]]></description><content:encoded><![CDATA[<div><div class="wsite-multicol"><div class="wsite-multicol-table-wrap" style="margin:0 -15px;"> 	<table class="wsite-multicol-table"> 		<tbody class="wsite-multicol-tbody"> 			<tr class="wsite-multicol-tr"> 				<td class="wsite-multicol-col" style="width:50%; padding:0 15px;"> 					 						  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick wsite-image-border-black" style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/yogurt-5-1_orig.jpeg" alt="Picture" style="width:auto;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%">Yogurt hasil biang percobaan keempat</div> </div></div>   					 				</td>				<td class="wsite-multicol-col" style="width:50%; padding:0 15px;"> 					 						  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-thick wsite-image-border-black" style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/yogurt-5-2_orig.jpeg" alt="Picture" style="width:auto;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%">Yogurt hasil biang dari Rory</div> </div></div>   					 				</td>			</tr> 		</tbody> 	</table> </div></div></div>  <div class="paragraph">Masih jauh dari rasa puas untuk percobaan membuat yogurt ini. Maka dibuatlah percobaan kelima. Percobaan ini akan menggunakan dua biang yang berbeda. Satu menggunakan biang dari percobaan keempat dan satu lagi akan menggunakan biang yang dibawakan seorang teman dari Surabaya.<br /><br />Bahan:<ul><li>2 L susu Greenfield pasteurized&nbsp;</li><li>100 ml yogurt percobaan keempat</li><li>30 ml biang yogurt dari Rory</li><li>2 botol jar IKEA K&ouml;rken 1 L</li><li>2 botol jar IKEA K&ouml;rken 100 ml</li><li>4 botol IKEA K&ouml;rken 500 ml</li></ul><br /><span>Cara Pembuatan:</span><ul><li>Keluarkan yogurt yang akan digunakan sebagai biang yogurt dari kulkas hingga mencapai suhu ruangan untuk mengaktifkan bakterinya.</li><li>Susu dipanaskan hingga mencapai suhu 93 derajat Celsius lalu didinginkan hingga suhu mencapai 44&ndash;46 derajat Celsius.&nbsp;</li><li>Susu dibagi menjadi dua tempat.</li><li>Encerkan biang dengan sedikit susu yang sudah mendingin untuk memudahkan ketika melarutkan biang saat pencampuran dengan susu.</li><li>Masukkan biang yang sudah diencerkan ke dalam susu yang sudah mulai mendingin, lalu aduk rata.</li><li>Pindahkan susu ke dalam tempat yang tertutup, bungkus dengan kain lap, dan simpan dalam&nbsp;<em>cooler box</em>&nbsp;atau kotak styrofoam + air panas 2 botol disetiap kotak.</li><li>Kali ini&nbsp;yogurt disimpan selama 26 jam.</li><li>Biang untuk percobaan berikutnya dibuat dalam tempat yang lebih kecil dan diberi label.</li></ul><br />Hasil:<ol><li>Yogurt dengan biang percobaan keempat memberikan&nbsp;hasil yang&nbsp;mirip dengan percobaan 4. Lebih&nbsp;encer jika dibandingkan &nbsp;dengan hasil percobaan ketiga.</li><li>Yogurt dengan biang dari Rory hasilnya&nbsp;padat namun&nbsp;agak <em>slimy</em>. Whey yang terbentuk lebih banyak daripada yang&nbsp;menggunakan biang percobaan keempat.</li></ol></div>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[365/365: I Missed You...]]></title><link><![CDATA[http://diaryofatraveler.weebly.com/my-stories/365365-i-missed-you]]></link><comments><![CDATA[http://diaryofatraveler.weebly.com/my-stories/365365-i-missed-you#comments]]></comments><pubDate>Sat, 30 Dec 2017 17:00:00 GMT</pubDate><category><![CDATA[365 of 2017]]></category><category><![CDATA[Expression]]></category><guid isPermaLink="false">http://diaryofatraveler.weebly.com/my-stories/365365-i-missed-you</guid><description><![CDATA[       DANCE WITH MY FATHERBack when I was a childBefore life removed all the innocenceMy father would lift me highAnd dance with my mother and meAnd thenSpin me around 'till I fell asleepThen up the stairs he would carry meAnd I knew for sureI was lovedIf I could get another chanceAnother walkAnother dance with himI'd play a song that would never ever endHow I'd love love loveTo dance with my father againWhen I and my motherWould disagreeTo get my way I would runFrom her to himHe'd make me laug [...] ]]></description><content:encoded><![CDATA[<div class="wsite-youtube" style="margin-bottom:10px;margin-top:10px;"><div class="wsite-youtube-wrapper wsite-youtube-size-auto wsite-youtube-align-center"> <div class="wsite-youtube-container">  <iframe src="//www.youtube.com/embed/wmDxJrggie8?wmode=opaque" frameborder="0" allowfullscreen></iframe> </div> </div></div>  <div class="paragraph"><strong>DANCE WITH MY FATHER</strong><br /><br />Back when I was a child<br />Before life removed all the innocence<br />My father would lift me high<br />And dance with my mother and me<br />And then<br />Spin me around 'till I fell asleep<br />Then up the stairs he would carry me<br />And I knew for sure<br />I was loved<br /><br />If I could get another chance<br />Another walk<br />Another dance with him<br />I'd play a song that would never ever end<br />How I'd love love love<br />To dance with my father again<br /><br />When I and my mother<br />Would disagree<br />To get my way I would run<br />From her to him<br />He'd make me laugh just to comfort me<br />yeah yeah<br />Then finally make me do<br />Just what my mama said<br />Later that night when I was asleep<br />He left a dollar under my sheet<br />Never dreamed that he<br />Would be gone from me<br /><br />If I could steal one final glance<br />One final step<br />One final dance with him<br />I'd play a song that would never ever end<br />Cause I'd love love love to<br />Dance with my father again<br /><br />Sometimes I'd listen outside her door<br />And I'd hear how mama would cry for him<br />I'd pray for her even more than me<br />I'd pray for her even more than me<br /><br />I know I'm praying for much to much<br />But could you send her<br />The only man she loved<br />I know you don't do it usually<br />But Dear Lord<br />She's dying to dance with my father again<br /><br />Every night I fall asleep<br />And this is all I ever dream<br /><br />&#8203;Songwriters: Luther Vandross / Richard Marx<br />Dance with My Father lyrics &copy; Sony/ATV Music Publishing LLC</div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-none " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a href='http://diaryofatraveler.weebly.com/my-stories/category/365-of-2017'> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/365of2017-200px_53_orig.jpg" alt="Picture" style="width:auto;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[364/365: Quote of the Day]]></title><link><![CDATA[http://diaryofatraveler.weebly.com/my-stories/364365-quote-of-the-day]]></link><comments><![CDATA[http://diaryofatraveler.weebly.com/my-stories/364365-quote-of-the-day#comments]]></comments><pubDate>Fri, 29 Dec 2017 17:00:00 GMT</pubDate><category><![CDATA[365 of 2017]]></category><category><![CDATA[quote]]></category><guid isPermaLink="false">http://diaryofatraveler.weebly.com/my-stories/364365-quote-of-the-day</guid><description><![CDATA["They're about to say I do. Three little letters, two little words. It's the simplest part of the day, but there's nothing simple about the things that will remain unsaid. I do means I do know I could be hurt, but I'm ready to be healed with you. It means I do want to try even when the fear of failure holds me back, and I do not know the future, but I'm ready to be surprised along the way. And I do means I do want your love and I do give you mine and nothing we do will ever be the same because y [...] ]]></description><content:encoded><![CDATA[<blockquote style="text-align:center;">"They're about to say I do. Three little letters, two little words. It's the simplest part of the day, but there's nothing simple about the things that will remain unsaid. I do means I do know I could be hurt, but I'm ready to be healed with you. It means I do want to try even when the fear of failure holds me back, and I do not know the future, but I'm ready to be surprised along the way. And I do means I do want your love and I do give you mine and nothing we do will ever be the same because you and I will be doing it all together."<br />&#8203;~Good Witch S3E10~<br /></blockquote>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-none " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a href='http://diaryofatraveler.weebly.com/my-stories/category/365-of-2017'> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/365of2017-200px_54_orig.jpg" alt="Picture" style="width:auto;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[346/365: 5 Ingredients Quick & Easy Food]]></title><link><![CDATA[http://diaryofatraveler.weebly.com/my-stories/346365-5-ingredients-quick-easy-food]]></link><comments><![CDATA[http://diaryofatraveler.weebly.com/my-stories/346365-5-ingredients-quick-easy-food#comments]]></comments><pubDate>Mon, 11 Dec 2017 17:00:00 GMT</pubDate><category><![CDATA[365 of 2017]]></category><category><![CDATA[Book]]></category><category><![CDATA[cooking]]></category><guid isPermaLink="false">http://diaryofatraveler.weebly.com/my-stories/346365-5-ingredients-quick-easy-food</guid><description><![CDATA[       Beberapa waktu yang lalu, IG milik Jamie Oliver mulai menampilkan masakan-masakan yang dibuat dari buku resepnya yang baru terbit. Sejak setiap minggu saya harus menyediakan makanan untuk penghuni rumah, rasanya saya perlu buku ini. Dengan 5 bahan, saya bisa menyajikan makanan yang nikmat seperti di foto :p Jadi... ketika saya mengetahui ada rencana perjalanan ke Berlin, buku ini adalah salah satu barang yang harus saya beli. Dan toko buku besar Dussmann das KulturKaufHaus merupakan tempa [...] ]]></description><content:encoded><![CDATA[<div><div class="wsite-image wsite-image-border-none " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0;margin-right:0;text-align:center"> <a> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/published/jamie-s-book.jpg?1513158686" alt="Picture" style="width:403;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>  <div class="paragraph">Beberapa waktu yang lalu, IG milik Jamie Oliver mulai menampilkan masakan-masakan yang dibuat dari buku resepnya yang baru terbit. Sejak setiap minggu saya harus menyediakan makanan untuk penghuni rumah, rasanya saya perlu buku ini. Dengan 5 bahan, saya bisa menyajikan makanan yang nikmat seperti di foto :p Jadi... ketika saya mengetahui ada rencana perjalanan ke Berlin, buku ini adalah salah satu barang yang harus saya beli. Dan toko buku besar Dussmann das KulturKaufHaus merupakan tempat yang saya tuju untuk mencari buku ini. Saya sudah sempat lihat-lihat buku yang berbahasa Jerman karena harganya lebih murah dan bisa melatih bahasa Jerman saya yang masih level pemula. Tapi akhirnya saya putuskan untuk membeli yang bahasa Inggris saja, karena lebih mudah buat saya menterjemahkannya.<br /><br />Saya baru melihat beberapa resep masakannya dan belum mengeksekusi satupun. Rencananya hari Kamis akan saya uji coba. Saya sudah menemukan beberapa makanan yang menarik untuk dibikin. Jadi saat ini belum bisa review buku dan hasil masakannya.<br /></div>  <div><div class="wsite-image wsite-image-border-none " style="padding-top:10px;padding-bottom:10px;margin-left:0px;margin-right:0px;text-align:center"> <a href='http://diaryofatraveler.weebly.com/my-stories/category/365-of-2017'> <img src="http://diaryofatraveler.weebly.com/uploads/1/1/1/3/11139668/365of2017-200px_48_orig.jpg" alt="Picture" style="width:auto;max-width:100%" /> </a> <div style="display:block;font-size:90%"></div> </div></div>]]></content:encoded></item></channel></rss>